Nyaris Sepekan Terendam Banjir, Penyakit Mulai Serang Penyintas di Hulu Sungai Tengah

Masuk hari kelima banjir Hulu Sungai Tengah, penyintas mulai terserang penyakit. Berbagai keluhan muncul, bantuan kemanusiaan pun dinanti.

banjir HST
Tim Medis ACT tengah mempersiapkan obat-obatan untuk pengungsi banjir Kalsel. (ACTNews)

ACTNews, KALIMANTAN SELATAN  Banjir yang merendam 10 kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah memasuki hari ke lima. Dilaporkan, warga yang mengungsi mulai mengeluhkan berbagai macam penyakit.

Muhammad Rizki dari tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan, menjelaskan, warga di pengungsian terserang penyakit kulit dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). "Keluhan seperti kutu air, gatal-gatal mulai menyerang para pengungsi," ujarnya.

Selain itu, di pengungsian, ketersediaan obat-obatan juga masih sangat terbatas. Para pengungsi kini membutuhkan obat-obatan, vitamin, hingga perlengkapan kebersihan untuk mereka bertahan sementara.

"Banjir membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dan beraktivitas," tambah Rizki, Kamis (2/12/2021).

Saat ini, bantuan kemanusiaan yang ACT salurkan dari dermawan terus berdatangan untuk penyintas banjir. Sejumlah relawan Masyarakat Relawan Indonesia juga sudah mulai ebrgerak sejak awal banjir menerjang.

"Sekarang ini, berbagai bantuan mendesak untuk dipenuhi, mulai pangan, kesehatan hingga dukungan psikososial diperlukan mengingat bencana sudah terjadi berhari-hari,” ungkap Rizki.

Untuk diketahui, banjir di Hulu Sungai Tengah dipicu curah hujan tinggi yang turun selama beberapa hari terakhir. Selain merendam permukiman warga, banjir juga merendam fasilitas umum seperti sekolah, kantor pemerintahan dan fasilitas umum lainnya. Banjir bahkan meluas ke lima kabupaten lainnya, membuat Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menetapkan provinsinya berstatus tanggap darurat banjir.[]