Odang Kini Terlepas dari Jeratan Utang di Bank Emok

Odang kini lepas dari jeratan utang dari para rentenir, yang ia gunakan untuk membiayai proses tanam padi. Melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro, Odang terbantu melunaskan cicilannya yang masih tersisa 36 kali lagi.

Odang bersama Ketua Kelompok Tani Waru Jaya dan Tim Global Wakaf - ACT sedang berikhtiar menyelesaikan persoalan utangnya. (ACTNews)

ACTNews, KARAWANG – Di Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, kelompok para rentenir biasa dikenal dengan sebutan bank emok oleh warga setempat. Bank emok kerap menjadi solusi bagi mayoritas warga yang merupakan petani, sebab mereka menawarkan bantuan pinjaman dengan bunga dengan syarat yang mudah.

“Pinjamnya Rp3 juta, cicilannya Rp90 ribu per minggu untuk satu tahun dan banyak masyarakat yang ikut. Karena bagi orang-orang kecil dan menengah ke bawah, ini tidak banyak syaratnya. Kalau bank biasa kan, banyak syaratnya,” cerita Odang.


Dengan sistem yang demikian, Odang dan petani lainnya mesti membayar bunga sebesar 44% dari pinjaman yang mereka dapatkan. Berat memang diakui oleh Odang, tapi bagaimanapun padi di lahannya harus panen dan tidak ada cara lain selain meminjam modal. “Sangat memberatkan tapi mau bagaimana lagi, mau tidak mau terpaksa kami meminjam, semakin mencekik kalau kita gagal panen,” kata Odang.

Odang secara pribadi mesti berurusan dengan rentenir sekitar 36 kali cicilan lagi hingga pinjamannya lunas. Sisa utang ini terkadang ditanggung juga oleh kelompok taninya, yakni Kelompok Tani Waru Jaya, di mana anggota yang sanggup menutupi utang dapat menutupi dahulu kekurangan anggota lainnya. “Ternyata bank emok ini membuat sistem, mereka harus meminjam per kelompok. Jadi ada tanggung renteng dalam menanggung beban riba yang ada dalam kelompok,” jelas Jajang Fadli selaku Manager Global Wakaf - ACT.


Odang ketika datang langsung ke peluncuran program Wakaf Modal Usaha Mikro oleh Global Wakaf - ACT di Menara 165, Jakarta Selatan. (ACTNews/Reza Mardhani)

Namun melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro, sisa utang Odang yang tersisa itu mampu terbayarkan. Tim Global Wakaf – ACT datang langsung ke rumah Odang pada Ahad (23/8) lalu untuk membantu Odang lepas dari jeratan bank emok.

“Hari ini kami dari Global Wakaf – ACT sudah menyalurkan Wakaf Modal Usaha Mikro kepada Mang Odang. Alhamdulillah, tentu sesuai dengan harapan Mang Odang selama ini bagaimana bisa terlepas dari jeratan bank emok atau rentenir,” ujar Jajang.

Odang pun senang dengan kehadiran Global Wakaf – ACT yang telah menyalurkan amanah para dermawan berupa Wakaf Modal Usaha Kepadanya. “Alhamdulillah, haturnuhun, dengan Wakaf Modal Usaha Mikro, saya terlepas dari bank emok dan punya modal untuk usaha tani. Memang ini yang diharapkan oleh keluarga Mang Odang,” ucap Odang.

Terbantunya Odang tentu diharapkan juga oleh petani-petani lainnya yang memiliki persoalan serupa. Jajang berharap, bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro dari para dermawan dapat menyapa para petani yang masih terkendala oleh kurangnya modal, maupun yang sedang berurusan dengan bunga utang.

“Tentu banyak lagi Mang Odang-Mang Odang lain yang ada di belahan lain bumi Nusantara ini. Tidak bisa kami bekerja sendiri tanpa bantuan para dermawan. Mari kita suburkan sedekah, mari kita suburkan wakaf, mari kita suburkan zakat, agar petani-petani kecil Indonesia yang merupakan pahlawan pangan yang berasnya kita makan, kita nikmati dapat lepas dari kesulitan yang saat ini membelenggu mereka,” ajak Jajang. []