Ohi Ingin Mewakafkan Umurnya untuk Dunia Pendidikan

Puluhan tahun Ohi terlibat di dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bogor. Hingga saat ini ia masih aktif dan ingin mewakafkan sisa umurnya untuk pendidikan.

act bogor timur
Pemberian apresiasi bantuan biaya hidup untuk Ohi. (ACTNews)

ACTNews,  KABUPATEN BOGOR – Terhitung sudah 59 tahun Ohi Matsohi Suhanda terjun di dunia pendidikan. Pekerjaan ini tak sebatas tempatnya mendapatkan rezeki, tetapi juga mengabdi. Banyak cerita dan pengalaman yang ia dapatkan sejak menjadi pendidik.

Ohi memulai menjadi pendidik saat mengajar di sebuah madrasah. Hingga saat ini, ia masih aktif menjadi pengajar pelajaran agama dan Bahasa Sunda di Yayasan Masyarakat Peduli Insani, Kabupaten Bogor. Ohi pun tak pernah mempermasalahkan penghasilan yang ia terima. Hanyalah syukur yang selalu dipanjatkan Ohi dan hal itu juga menjadi penguatnya.

“Bapak masih terus mengajar karena bapak mencintai dunia pendidikan. Di hati saat ini ingin mewakafkan umur bapak untuk mengajar dan mudah-mudahan bisa menjadi tabungan amal di akhirat nanti,” ungkap Ohi saat ditanya alasannya tetap menjadi pengajar.

Selain rasa syukur yang menjadi penguat Ohi untuk tetap bertahan di dunia pendidikan, kepercayaanya bahwa rezeki datang dari mana pun bahkan dari hal-hal yang tak terduga, menjadi penyemangat tersendiri bagi Ohi.

“Pernah bapak kehabisan beras, tapi alhamdulillah ada rezeki datang dari hal yang tak terduga,” tutur Ohi.

Mengapresiasi peran Ohi dalam dunia pendidikan, khususnya di wilayahnya tinggal di Kabupaten Bogor, Aksi Cepat Tanggap (ACT) di bulan Februari lalu menyerahkan bantuan biaya hidup untuk Ohi. Bantuan ini berasal dari masyarakat yang disalurkan melalui ACT untuk mendukung program Sahabat Guru Indonesia.

“Terima kasih kepada seluruh dermawan yang terlibat dalam aksi tebar apresiasi untuk guru di berbagai penjuru negeri. Semoga ke depannya kita bisa bersama-sama luaskan manfaat kebaikan,” ujar Mahatir Qathafi dari tim Program ACT Bogor Timur.[]