Oktober Ini, Bantuan Dermawan Tingkatkan Kualitas Hidup Puluhan Keluarga Palestina

Mengawali Oktober, program Sister Family Palestine Indonesia kembali digaungkan. Sejumlah 40 keluarga prasejahtera di Gaza menerima bantuan ini.

indonesia bantu palestina
Keluarga prasejahtera Palestina menerima bantuan biaya hidup dari dermawan. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Mengawali bulan Oktober, aksi kemanusiaan Sahabat Dermawan untuk memulihkan Gaza kembali digaungkan. Sebanyak 40 keluarga Palestina di Gaza menerima bantuan biaya hidup guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut didapatkan dari sedekah keluarga-keluarga dermawan di Indonesia melalui Program Sister Family Palestine Indonesia (SFPI).

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, SFPI menargetkan para keluarga di Gaza yang hidupnya sangat sulit imbas blokade belasan tahun zionis Israel. 

"Selain membantu secara materi, program ini membangun jembatan persaudaraan antara keluarga Indonesia dan Palestina. Mereka bisa saling mengenal cerita dan kondisi keluarga satu sama lain. SFPI memungkinkan Sahabat Dermawan menjadikan masyarakat Palestina layaknya keluarga," jelas Said, Selasa (12/9/2021).

Lebih lanjut, Said mengatakan, bantuan biaya hidup yang diberikan bisa dimanfaatkan keluarga Gaza sesuai dengan prioritas kebutuhan masing-masing. Sejumlah penerima manfaat adalah janda yang membutuhkan biaya untuk pendidikan anak, anggota keluarga yang sakit, hingga membayar utang atau sewa rumah.

"Mereka sangat terbantu usai dipersaudarakan oleh keluarga di Indonesia. Hidup mereka menjadi lebih sejahtera. Anak-anak bisa melanjutkan kembali pendidikan mereka tanpa memerlukan biaya, dan keluarga yang sakit juga akhirnya bisa pergi memeriksa penyakitnya ke dokter," imbuh Said.

Said pun mengharapkan kederasan sedekah dermawan agar lebih banyak keluarga Palestina yang akan menjadi penerima manfaat dalam program ini. "Kurang lebih, 80 persen keluarga di Gaza sangat bergantung pada bantuan masyarakat internasional untuk bisa bertahan hidup. Sementara itu, masih banyak keluarga yang belum bisa kami rangkul melalui bantuan ini. Kami membutuhkan lebih banyak dukungan," pungkas Said. []