Operasi Makan Gratis di Tanah Laut Sasar Korban Banjir dan Pandemi

Musibah banjir di Kalsel, khususnya di Kabupaten Tanah Laut yang berlangsung selama 2 bulan terakhir, berdampak pada kebutuhan pangan harian warga setempat. Khususnya para penyintas banjir di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.

banjir kalsel
Operasi Makan Gratis di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, untuk penyintas banjir di daerah itu. (ACTNews/M. Haruan)

ACTNews, TANAH LAUT – Berdasarkan data dari Induk Posko Daerah Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Tanah Laut, lebih dari 1.000 kepala keluarga dan lebih dari 4.000 jiwa terdampak banjir di dua desa, yaitu Desa Benua Raya dan Desa Bati-Bati, Kecamatan Bati-Bati. Berangkat dari sana, Komandan Induk Posko Daerah ACT dan MRI Kabupaten Tanah Laut H. Maruan menggelar program Operasi Makan Gratis untuk warga terdampak banjir.

“Kami sebagai relawan induk posko yang berlokasi di Bati-Bati hanya menyalurkan saja. Untuk kegiatan ini sudah kita laksanakan sejak Sabtu (19/2) hingga Rabu (24/2),” kata Maruan saat dihubungi, Rabu (24/2).

Ditambahkan Maruan, Operasi Makan Gratis ini baru pertama kali digelar di Kabupaten Tanah Laut. Dengan sasaran para penyintas banjir sebanyak 500 jiwa. Kebanyakan dari para penyintas banjir ini adalah keluarga prasejahtera. “Rata-rata pekerjaannya seperti pencari dan penjual ikan sungai, pencari kayu, petani, dan penjual sayur keliling,” ujar Maruan.

Menurut Maruan, ada empat desa yang menjadi sasaran program ini. Yaitu di Desa Gunung Raja, Desa Benua Raya, Desa Bati-Bati, dan Desa Padang. Semuanya berada di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.


Tak hanya penyintas banjir, OMG juga menyasar warung-warung terdampak banjir dan pandemi Covid-19. (ACTNews/M. Haruan)

Tak hanya masyarakat penyintas banjir, program Operasi Makan Gratis yang dilaksanakan juga menyasar 5 buah warung. Di mana, 4 warung terdampak banjir dan 1 warung lainnya terdampak pandemi Covid-19. Maruan menerangkan alasan mengapa warung-warung ini juga menjadi target. Yakni untuk membantu meringankan beban karena rata-rata warungnya berada di teras rumah, yang tak luput dari terjangan banjir.

“Selain yang terdampak banjir, kita juga menyasar warung yang terdampak pandemi Covid-19 yang berada di Kompleks SMP Negeri 1 Bati-Bati,” imbuh Maruan.

Maruan menjelaskan untuk bantuan yang lain sudah sering disalurkan di wilayah ini. Namun demikian, Maruan mengakui banyak sekali harapan dari masyarakat yang menerima manfaat program Operasi Makan Gratis.

“Mereka berharap kegiatan ini bisa dilanjutkan karena saat ini kondisi rumah mereka masih terendam banjir. Sehingga belum bisa melaksanakan aktivitas normal. Selain itu, kebutuhan yang sangat mendesak saat ini adalah bantuan makanan siap saji dan sembako,” tandas Maruan.


Salah seorang penerima manfaat, Ibu Fuah, mengatakan, program Operasi Makan Gratis sangat membantu dirinya. Sehari-hari, ia berjualan di Kompleks SMP Negeri 1 Bati-Bati, dan terdampak pandemi Covid-19 selama satu tahun terakhir.

“Penghasilan saya turun drastis hingga 70 persen karena minimnya pembeli dari waga sekolah yang ada di lingkungan sekolah. Saya berharap program ini terus berlanjut karena manfaatnya sangat terasa, khususnya seperti usaha warung kecil-kecilan seperti saya ini,” katanya.

Terpisah, Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin mengatakan, kegiatan Operasi Makan Gratis sangat dibutuhkan oleh para penyintas banjir di Kalsel. Apalagi, saat ini banjir masih menggenang di beberapa titik di Kalsel, salah satunya di Kabupaten Tanah Laut.

“Banjir masih menggenang dan berdampak pada aktivitas masyarakat penyintas banjir. Warga terdampak masih belum dapat melaksanakan aktivitas secara normal. Sehingga, program OMG sangat tepat dilaksanakan untuk mereka para penyintas banjir,” kata Zainal. []