Operasi Makan Gratis Kembali Sapa Pekerja Harian di Ambon

Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku kembali mendistribusikan makanan siap saji melalui Operasi Makan Gratis pada Kamis (24) lalu. Ratusan makanan gratis didistribusikan untuk pekerja harian di wilayah Kota Ambon.

Seorang penerima manfaat sedang menikmati makanan siap saji dari Operasi Makan Gratis di Kota Ambon. (ACTNews)

ACTNews, AMBON – Lembaga Kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku kembali menjalankan Operasi Makan Gratis untuk pekerja harian. Aksi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan para pekerja harian yang terdampak pademi Covid-19 di Kota Ambon.

”Di tengah pandemi Covid-19, tidak saja para pengusaha atau perusahaan yang mengalami dampak pandemi, tetapi juga para pedagang kecil dan para pekerja harian. Seperti pengayuh becak, juru parkir, dan pengemudi ojek, mereka juga sangat merasakan dampak pandemi Covid-19. Dengan itu, Operasi Makan Gratis ini kita lakukan untuk berbagi dengan mereka,” kata Safri Zainudin Bugis selaku Koordinator Operasi Makan Gratis. 

Hadirnya program ini adalah berkat kolaborasi bersama KitaBisa.com. Ratusan paket makanan terdistribusikan pada Kamis (24/12) kemarin. Salah satunya kepada Nenek Sia yang berprofesi sebagai pedagang asongan di Jalan Sultan Babullah Kota Ambon. Ia mengaku sangat senang menerima paket makanan siap saji dari ACT ini. “Terima kasih atas makanannya,” singkat Nenek Sia.

Operasi Makan Gratis sendiri telah berjalan sejak awal April di Ambon, di mana saat itu pandemi baru merebak di Indonesia. Ada 500 paket makanan siap saji yang didistribusikan pada saat itu dan aksi tersebut terus berlanjut hingga sekarang.

“Kami berharap aksi ini dapat berlanjut terus sebagai wujud kepedulian kami kepada pekerja harian maupun warga prasejahtera yang kesulitan selama pandemi. Oleh karenanya kami mengajak juga kepada para dermawan untuk mendukung aksi ini melalui BNI Syariah di nomor 88 0000 4451 atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap Maluku, atau melalui laman Indonesia Dermawan,” ajak Safri. []