Operasi Makan Gratis Menemani Sahur Inayah pada Ramadan 2020

Ramadan 2020 menjadi masa yang sulit bagi Inayah (55). Ia harus menjalani ibadah puasa seorang diri. Sebagai tukang pijat, pelanggannya hilang karena pandemi Covid-19.

Inayah saat menerima makanan sahur siap santap dari ACT (ACTNews)

ACTNews, BANDAR LAMPUNG — Mengawali Ramadan 2020, Inayah (55) harus menjalani ibadah puasa seorang diri tanpa sanak saudara. Keluarga Inayah merantau mengadu nasib ke luar kota. Setiap tahun Inayah merasakan kondisi tersebut, ia hanya bisa pasrah. 

Inayah yang kini tinggal di Kampung Rawa Laut, Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung setiap hari menjadi tukang pijat tradisional. Akibat pandemi Covid-19, pelanggannya hilang. “Sebelum ada Covid-19, setiap hari ada saja yang pijat. Sekarang buat dapat 50 ribu (rupiah) saja susah,” katanya, di hari kedua Ramadan tahun lalu, Jumat (24/4/2020).


Bersyukur, Inayah menjadi salah satu penerima Operasi Makan Gratis Aksi Cepat Tanggap Lampung pada Ramadan tahun lalu. “Alhamdulillah ada bantuan buat makan sahur. Lumayan soalnya penghasilan sekarang amat menurun. Jarang sekali orang mau pijat karena takut Covid-19,” ungkap Inayah. 

Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengatakan, Inayah merupakan gambaran warga yang ekonominya terdampak karena Covid-19. Dian berharap, di Ramadan tahun ini, kedermawanan dapat hadir maksimal membersamai masyarakat yang membutuhkan.

“Ramadan 2021 pandemi Covid-19 masih berlangsung, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Insyaallah, Operasi Makan Gratis untuk sahur yang merupakan bagian dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional  juga akan kembali dilakukan. Untuk itu, ACT mengajak dermawan untuk berkolaborasi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 di Ramadan tahun ini,” kata Dian.[]