Operasi Pangan Gratis, Bantuan Pangan di Tengah Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Upaya menyelamatkan bangsa dari pandemi semakin hari semakin giat dilakukan. Aksi Cepat Tanggap membuktikannya dengan memaksimalkan kembali Operasi Pangan Gratis. Distribusi bantuan pangan ini melibatkan berbagai armada kemanusian distribusi pangan yang dimiliki ACT.

distribusi lanjutan opg
Presiden ACT Ibnu Khajar (ketiga dari kanan) bersama pimpinan ormas islam di Indonesia. ACT menggandeng berbagai pihak membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19 melalui Operasi Pangan Gratis. (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)

ACTNews, BOGOR – Aksi Solidaritas Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19 semakin dimasifkan. Setelah ACT meresmikan program Operasi Pangan Gratis (OPG), program ini semakin dimaksimalkan dengan menggerakkan armada kemanusiaan pangan yang dimiliki ACT, yaitu Humanity Food Truck, Humanity Food Bus, hingga Humanity Rice Truck.

Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar mengatakan, semangat selamatkan bangsa dari pandemi Covid-19, yang menjadi landasan OPG, bertujuan membangkitkan semangat bangsa sebagai bangsa. Ibnu mengingatkan, bangsa Indonesia terlatih untuk menemukan solusi dari setiap masalah serta senantiasa bangkit dan kuat menghadapi apa pun.

Menurut Ibnu, Semangat itu lalu diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Sesama elemen bangsa gotong royong membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19 tidak boleh berhenti.

“Aksinya semakin hari harus semakin masif. Masyarakat yang sedang isolasi mandiri, yang terdampak PPKM, tenaga kesehatan, warga yang kesulitan ekonomi akibat pandemi semuanya tidak boleh kelaparan. Distribusi lanjutan OPG ini adalah aksi nyata bahwa bantuan untuk masyarakat semakin masif diberikan,” kata Ibnu langsung dari Waqf Distribution Center, Jumat (16/7/2021)..

OPG pun mendapat dukungan berbagai pihak, di antaranya Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dan Angkatan Muda Siliwangi,

Ketua MUI Yusnar Yusuf Rangkuti dalam kesempatan yang sama dengan Ibnu menjelaskan, MUI mengapresiasi semua aksi kemanusiaan, termasuk Operasi Pangan Gratis, yang dilakukan ACT.

“Sebagai lembaga yang menaungi seluruh organisasi umat Islam, MUI mengimbau masyarakat agar jangan takut tidak dapat makan. ACT akan tetap tegak sampai titik darah penghabisan,” jelas Yusnar.

Ia juga menambahkan, pandemi Covid-19 adalah cobaan dari Allah SWT bagi umat manusia. Manusia harus banyak beristighfar meminta ampun agar Covid-19 segera diangka. Selain beristighar, manusia juga saling membantu sesama. Di mana hal ini sudah diprakarsai oleh ACT bersama MUI. 



Armada kemanusiaan untuk distribusi lanjutan Operasi Pangan Gratis (ACTNews/M. Ubaidillah)

Ketua PBNU Marsudi Suhud juga menyampaikan keterangan, usaha kemanusiaan dengan membantu sesama,  pasti akan dibalas oleh Allah SWT. Selanjutnya menjaga jiwa adalah tujuan syariah yang paling utama. ““Menjaga jiwa adalah tujuan syariah yang paling utama. Menjaga jiwa dari kelaparan itulah tantangan solidaritas hari ini. Di mana sangat dibutuhkan bangsa ini, bahkan semua bangsa di dunia. Yakinlah apa yang dilakukan dari usaha menjaga jiwa akan dibalas oleh Allah, selamat untuk ACT dan semua pihak yang turut serta di dalamnya,” kata Marsudi. 

Sementara itu, Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Pusat,  Noery Ispandji Firman menuturkan, pandemi Covid-19 menjadi momen yang tepat, bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan solidarita. Firman menegaskan, AMS siap bersinergi dengan ACT dan organisasi lainnya untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi. 

“Gerakan ACT ini sangat tepat dalam kondisi negara kita yang darurat. Memang (kasus) pandemi ini terus meningkat, dan kondisi darurat betul-betul darurat. Dengan hadirnya ACT ini, sangat bermanfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu. Sehingga mudah-mudahan bisa menahan gejolak bangsa yang saat ini betul-betul dalam tekanan yang luar biasa," tutur Firman.[]