Operasi Pangan Gratis Bersamai Penyintas Gempa Maluku Tengah

Bantuan kemanusiaan untuk penyintas gempa Maluku Tengah terus dialirkan. Lewat Operasi Pangan Gratis, ratusan makanan siap saji diantar ke Desa Yaputih, Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah pada Sabtu (10/7/2021).

penyintas gempa Maluku
Anak-anak penyintas gempa Maluku Tengah mendapat hidangan siap saji dari Operasi Pangan Gratis ACT. (ACTNews)

ACTNews, Maluku Tengah – Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku kembali mengantarkan bantuan kemanusiaan untuk para penyintas gempa di Maluku Tengah. Lewat gerakan Operasi Pangan Gratis, pada Sabtu (10/7/2021), ratusan makanan siap saji diantar ke Desa Yaputih, Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah. Desa ini merupakan tempat mengungsi bagi para penyintas gempa.

Kecerian anak-anak tampak saat tim ACT-MRI mendatangi tenda-tenda para pengungsi untuk membagikan makanan bernutrisi tersebut. "Makanan ini berguna untuk menunjang kebutuhan hidup para pengungsi gempa serta merupakan ikhtiar ACT dalam memulihkan kondisi masyarakat pascagempa. Sebab, banyak dari mereka yang sangat bergantung terhadap bantuan, karena saat mengungsi mereka tidak membawa banyak perbekalan," ujar Muhamad Iqbal Kumkelo dari tim ACT Maluku.

Bantuan makanan, hanya satu dari banyak bantuan lainnya dari Sahabat Dermawan yang mengalir melalui ACT untuk para pengungsi. Sebelumnya, tim ACT-MRI Maluku juga telah membuka posko pelayanan kesehatan untuk pengungsi. Layanan kesehatan gratis ini memberikan perawatan terhadap para pengungsi yang luka-luka maupun sakit.

"Pengungsi yang tinggal di tenda-tenda rawan terserang berbagai penyakit. Seperti flu, demam, batuk, hingga diare," pungkas Iqbal.

Untuk diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Maluku Tengah pada Kamis (17/6/2021) lalu. Warga yang paling terdampak gempa ada di tiga desa, yakni di Haya, Tehoru, dan Yaputih.  Total warga yang mengungsi dari tiga desa sebanyak 22.832 jiwa dan tersebar di 29 titik yang merupakan dataran tinggi terdekat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa gempa ini membuat banyak rumah warga di masing-masing desa rusak.  Laporan BNPB juga mencatat sebuah masjid, gereja, hingga fasilitas sekolah mengalami kerusakan. []