Operasi Pangan Gratis Dampingi Perjuangan Pasien Covid-19

Pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri harus diperhatikan. Jangan sampai kejadian pasien yang sedang isolasi mandiri meninggal karena luput dari perhatian terulang.

opg untuk pasien
Seorang perwakilan warga RW 3, Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi membawa paket makanan siap santap untuk warga di lingkungannya yang sedang isolasi mandiri maupun terdampak pandemic. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI – Di tengah penerapan PPKM darurat di Kota Bekasi juga lonjakan kasus positif Covid-19 di wilayah penyangga ibukota ini, aksi solidaritas untuk membantu warga yang terdampak masih terus digulirkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bekasi. Melalui program Operasi Pangan Gratis ACT bantu pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri dan berjuang sembuh.

Bantuan berupa makanan siap santap dimasak di armada kemanusiaan Humanity Food Truck (HFT), lalu dibagikan kepada masyarakat di Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (10/7). Berlokasi di sekitar Masjid Jami Al-Makmur, sebanyak 300 paket makanan siap santap penuh gizi dibagikan kepada pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Kepala Cabang ACT Bekasi Rizky Renanda mengatakan, aksi Operasi Pangan Gratis (OPG) ini dilakukan guna mendukung kebutuhan pangan masyarakat di tengah pembatasan aktivitas yang begitu ketat khususnya di Bekasi. Apalagi, akhir-akhir ini banyak pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri meninggal karena luput dari perhatian.

“Dengan membawa spirit Darurat Solidaritas, kita merasa pembatasan ini tidak boleh mengurangi solidaritas. Budaya gotong royong, kebersamaan harus kita ciptakan. Kita harus saling membantu di masa-masa sulit seperti ini salah satunya dengan mensuplai kebutuhan pangan saudara kita yang isolasi mandiri, jangan sampai ada pasien yang meninggal karena luput dari perhatian,” kata Rizky, Sabtu (10/7).

Selain untuk warga yang sedang isolasi mandiri, Rizky menambahkan, ACT juga turut mendukung perjuangan para tenaga kesehatan hingga keluarga pasien di RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi.  Bantuan air minum wakaf diberikan menyusul membludaknya jumlah pasien di rumah sakit tersebut sehingga membuat tingkat keterisian IGD semakin penuh dan kebutuhan air minum sangatlah penting.

Para santri juga tak luput dari perhatian. Di mana ACT mendistribusikan bantuan sebanyak 1 ton beras wakaf kepada para santri di Pondok Pesantren Darrurohman, Sukawangi, Kabupaten Bekasi yang tidak bisa pulang ke rumah di masa liburan. Pengelola pesantren sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan di masa-masa sulit sekarang.

“Insya Allah ACT Bekasi akan terus memfasilitasi masyarakat atau warga Bekasi yang ingin menyalurkan dukungannya kepada saudara kita yang saat ini sedang berjuang melawan pandemi. Sahabat yang ingin memberikan bantuan bisa mengakses laman Indonesiadermawan atau langsung datang ke kantor cabang ACT Bekasi,” pungkas Rizky. []