Optimalisasi Peran Nazir untuk Perkembangan Wakaf

Selain mengelola dan menjaga wakaf masyarakat, peran nazir adalah sebagai edukator. Sebab itu, optimalisasi peran nazir dianggap penting.

Ilustrasi. Dengan pengelolaan yang lebih baik, maka potensi wakaf bisa memberi imbas signifikan bagi ekonomi nasional.
Ilustrasi. Dengan pengelolaan yang lebih baik, maka potensi wakaf bisa memberi imbas signifikan bagi ekonomi nasional. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Nazir dalam wakaf berperan mengelola dan menjaga amanah yang telah diberikan wakif. Sebab itu, peran nazir dibutuhkan untuk mengedukasi tentang wakaf dan berbagai instrumen investasi syariah lainnya.

"Kita melihat nazir harus memiliki kompetensi khusus dalam mengelola wakaf," kata Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Badan Wakaf Indonesia secara daring pada pertengahan Maret lalu.

Wapres berpesan upaya mendorong literasi wakaf uang juga harus disertai dengan transparansi proses penyaluran melalui laporan teraudit, serta akad yang mengikat. Ini dilakukan agar masyarakat memiliki kepercayaan dalam menyalurkan wakaf.

"Edukasi tentang wakaf uang dan wakaf melalui uang harus ditekankan pada kewajiban nazir dalam menjaga agar nilai pokok wakaf tidak berkurang," katanya. Edukasi dianggap perlu,  sebab dalam indeks literasi wakaf, masyarakat Indonesia masih masuk dalam kategori rendah dengan skor 50,48 dari 100.


Bersamaan dengan itu juga, BWI sedang menyusun Indeks Wakaf Nasional sebagai acuan bagi industri perwakafan di Indonesia.  Komisioner BWI Irfan Syauqi Beik menjelaskan, tujuan dari Indeks Wakaf Nasional salah satunya sebagai langkah optimalisasi penguatan kelembagaan dan SDM nazir.

Dengan mengoptimalkan peran nazir, diharapkan juga kepercayaan masyarakat atas pengelolaan wakaf akan meningkat. "Karena trust itu bukan given tapi harus kita perjuangkan," katanya dalam Webinar Literasi Wakaf Uang yang digelar Majelis Ulama Indonesia pada Februari.

Selain mengoptimalisasi peran nazir, edukasi, literasi, dukungan regulasi, dan sinergi dengan berbagai stakeholders. Irfan mengatakan, dengan pengelolaan yang lebih baik, maka potensi wakaf bisa memberi imbas signifikan bagi ekonomi nasional.

Global Wakaf-ACT adalah salah satu nazir wakaf di Indonesia saat ini. Selain terus melakukan edukasi, Global Wakaf-ACT juga mengembangkan amanah wakafnya kepada berbagai program antara lain Wakaf Sawah Produktif, Wakaf Ternak Produktif, Wakaf Pangan Produktif, Wakaf Air Produktif, serta Wakaf Modal Produktif.[]