Orang Tua di Sudan Berusaha Cegah Gizi Buruk

Ketidakstabilan politik, kenaikan harga pangan, dan kondisi ekonomi yang menurun memicu kerawanan pangan di Sudan. Belum lagi, Sudan menampung 1,2 juta pengungsi, sedangkan dua juta penduduknya mengungsi secara internal.

Orang Tua di Sudan Berusaha Cegah Gizi Buruk' photo

ACTNews, KHARTOUM – Lebih dari dua juta balita di Sudan menderita kekurangan gizi setiap tahun. Data itu disebut Badan Anak PBB (UNICEF) Selasa (23/7). Data itu juga menyebutkan, gizi anak-anak di Sudan berada di atas ambang darurat yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sekitar 700.000 anak menderita kekurangan gizi akut.

Malnutrisi tersebut sebagian besar disebabkan oleh kondisi air dan sanitasi yang buruk, faktor terjadinya penyakit yang tinggi, tingginya biaya makanan, kemiskinan, praktik pemberian makan bergizi rendah, dan kebiasaan minim variasi makanan dan nutrisi penting.

Sarah Mohammed, salah seorang ibu dari Sudan, tidak mau gizi buruk juga terjadi pada anaknya. “Saya dan suami saya biasanya menjelajahi internet untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin untuk menemukan tips pengasuhan anak terbaik," kata Sarah. Ia berusaha memperbaiki kebiasaan makan keluarga.

Selain mencari informasi dari internet, Sarah pun mengikuti sejumlah lokakarya yang dilakukan UNICEF. Ia berharap dapat belajar lebih banyak dan membantu meningkatkan kesadaran komunitasnya tentang meningkatkan pola makan balita agar mereka tumbuh sehat. Sarah percaya, tindakan yang ia lakukan mendorong orang tua lain untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang nutrisi terbaik bagi keluarga.


Menurut Komisi Eropa, November 2018 lalu, tingkat malnutrisi di Sudan termasuk yang tertinggi di Afrika. Satu dari enam anak menderita gizi buruk, satu dari 20 anak menderita gizi buruk akut yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan segera.

Sudan adalah tempat terjadinya krisis kemanusiaan yang berlarut-larut. Lima belas tahun sejak dimulainya krisis Darfur, sekitar 1,6 juta orang tinggal di kamp-kamp pengungsian hingga saat ini. Setidaknya 20 ribu penduduk Sudan mengungsi pada tahun 2018. Kini jumlah total pengungsi di negara itu menjadi lebih dari 900 ribu jiwa. Angka ini menjadi salah satu dari tertinggi di Afrika. Mayoritas pengungsi Sudan bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk kelangsungan hidup mereka. []

Sumber Foto: UNICEF

Bagikan