Otoritas Palestina Nyatakan Darurat Covid-19

Sejumlah langkah darurat diambil Otoritas Palestina sejak kasus infeksi Covid-19 mencuat di Bethlehem, Tepi Barat.

Polisi Palestina di Bethlehem berjaga di luar gereja Navitivity yang ditutup sebagai bentuk pencegahan lawan virus corona. (Reuteurs)

ACTNews, YERUSALEM, GAZA – Pemerintah Palestina menyatakan keadaan darurat selama 30 hari untuk wilayah Gaza dan Yerusalem. Hal ini berkait dengan penyebaran Covid-19. Sejumlah universitas dan institusi pemerintahan pun tutup selama 30 hari sesuai arahan presiden, sebagaimana dikabarkan Middle East Monitor, Sabtu (7/3).

Institusi yang menyatakan libur kerja antara lain Kementerian Pendidikan Palestina, yakni selama dua hari. Sementara Islamic University Gaza dan University College of Applied Sciences Gaza menangguhkan pekerjaan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) juga mengumumkan libur kerja hingga Sabtu pekan ini.

Berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila, saat ini ada 19 jiwa yang terinfeksi Covid-19. Mereka berada di Bethlehem, daerah selatan Tepi Barat. Tiga orang terinfeksi di salah satu hotel yang berada di Bethlehem. Mereka dikarantina karena positif terinfeksi setelah menjalani tes kesehatan. Tes dilakukan hingga Sabtu (7/3), 500 orang terduga terinfeksi juga menjalani tes, namun hasilnya negatif, sebagaimana diberitakan Kantor Berita Palestina WAFA.

Kementerian Kesehatan Palestina juga mengatakan, 32 orang tetap menjalani karantina di Hotel Bethlehem, yang mana 16 orang dikonfirmasi telah terinfeksi. Sementara 15 orang turis juga dinyatakan terinfeksi di hotel yang berbeda.

Kota Bethlehem untuk sementara waktu ditutup sejak kasus pertama Covid-19 Palestina. Otoritas setempat juga mengumumkan status tanggap darurat. Perjalananan ke gubernuran Palestina kini dilarang, sementara seluruh sekolah dan fasilitas penduduk akan ditutup sementara waktu, sebagaimana diberitakan Al Jazeera.[]