Pabrik Batako Dermawan Berdayakan Ekonomi Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru

Sepuluh mesin canggih pencetak batako, bantuan dari dermawan, ACT datangkan pada Jumat (7/1/2022), Mesin ini akan diberikan ke puluhan pengrajin batako yang usahanya terdampak erupsi Semeru.

pabrik batako semeru
Kedatangan mesin pencetak batako untuk masyarakat Semeru. (ACTNews)

ACTNews, LUMAJANG – Upaya memulihkan ekonomi masyarakat terdampak erupsi Semeru terus dilakukan Aksi Cepat Tanggap. Salah satunya dengan mendukung sentra produksi batako di Desa Sumbermanjing, Lumajang.

Sepuluh mesin canggih pencetak batako, bantuan dari dermawan, ACT datangkan pada Jumat (7/1/2022), Mesin ini akan diberikan ke puluhan pengrajin batako yang usahanya terdampak erupsi Semeru.  

Direktur Wakaf-ACT Eka Setiawaty menjelaskan, satu mesin pencetak batako paling sedikit perlu dioperasikan oleh lima pengrajin. Alat tersebut mampu mencetak 1.200 batako per hari, yakni dua kali lipat lebih banyak dibandingkan produksi secara manual. Mesin dapat mencetak empat buah batako dalam sekali produksi sehingga para pekerja lebih banyak menghemat tenaga.

"Pabrik batako ini juga menjadi penyuplai lapangan pekerjaan untuk warga. Insyaallah, ekonomi saudara-saudara kita di Semeru pulih kembali," ujar Eka

Eka menjelaskan, ribuan batako yang dicetak akan diproyeksikan sebagai bahan material hunian nyaman terpadu korban erupsi Semeru. 

Eka juga menerangkan, ikhtiar ini belum tuntas. Masih banyak kerja pemulihan yang harus dilakukan, salah satunya adalah memastikan hunian selesai dibangun dan ditempati dengan nyaman.

“Kami mau terus mengajak Sahabat Dermawan mendukung pemulihan korban erupsi Semeru termasuk mendukung aktivitas sentra produksi batako ACT,” kata Eka. Sahabat Dermawan memberikan wakaf terbaik melalui wakaftunai.id/PabrikBatakoSemeru.

"Pabrik batako dan hunian sementara merupakan dua mega proyek yang digaungkan ACT untuk memulihkan Semeru. Untuk hunian, insyaallah akan ada 100 unit. Tiap hunian akan dilengkapi dengan fasilitas ruang tamu, kamar tidur, dapur, serta kamar mandi," kata Ahyudin. 

Total luas bangunan 6x4,8 meter. Warga yang menghuni nantinya merupakan mereka yang terdampak letusan Semeru, berekonomi prasejahtera, hingga lansia. []