Pahit Manis Bisnis Olahan Buah Pala Ida

Beberapa bulan belakangan, manisan buah pala Ida pelan-pelan mulai kehilangan pelanggan. Padahal dari usaha inilah ia menghidupi keluarganya yang beranggotakan 4 orang.

Pahit Manis Bisnis Olahan Buah Pala Ida' photo
Ida sedang memotong buah pala untuk dijadikan manisan. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Ida Yani (29) telah melalui pasang surut usaha manisan pala yang dirintisnya sejak 5 tahun lalu. Usaha inilah yang menjadi satu-satunya pemasukan bagi keluarga. Dari manisnya usaha manisan buah pala ini, bisa menghidupi 4 anggota keluarganya serta membiayai sekolah anak-anak Ida sendiri.

Namun Ida benar-benar merasakan bisnisnya surut beberapa bulan belakangan. Pembelinya jauh berkurang dan sepi pesanan semenjak adanya pandemi. “Namanya berbisnis, pastinya teh, ada aja tantangannya, kalau sekarang ya jadi sepi pesenannya.  Selama pandemi usaha saya sangat terdampak dan penghasilan pun menurun drastis,” ungkap Ida.

Ida sangat kesulitan mencari pelanggan selama pandemi. Maklum, para pelanggannya lebih memilih membeli bahan pokok di saat sulit seperti sekarang ketimbang membeli manisan buah pala yang notabene adalah makanan camilan.


Proses penjemuran manisan buah pala. (ACTNews)

Meskipun kondisi ekonomi tengah melemah, produksi harus tetap berjalan. Ida bersama para pekerjanya masih mengolah buah pala ketika ditemui di kawasan Bogor pada Sabtu (12/9) lalu. Dalam kesempatan itu, Global Wakaf – ACT juga menyalurkan Wakaf Modal Usaha Mikro untuk terus menunjang produksi manisan buah pala Ida. “Dengan adanya bantuan modal dari Global Wakaf - ACT , Ibu Ida berencana untuk membeli bahan mentah, baik itu buah pala ataupun bahan lainnya,” ujar Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf – ACT.

Dengan dasar sistem Qardh al-HasanWakaf Modal Usaha Mikro memiliki peran dalam membangun komitmen para pelaku usaha penerima modal, sehingga para penerima manfaat senantiasa bertekad dalam membangun bisnisnya untuk lebih maju dan berkembang. Pemberdayaan menjadi hal mendasar demi mendorong turunnya angka kemiskinan.


“Harapannya dengan adanya instrumen ini, masyarakat bisa mengembangkan usahanya lebih maju lagi di masa sulit seperti sekarang. Sehingga mereka tidak perlu kebingungan dalam menjalankan usahanya, atau sampai menggunakan modalnya untuk kebutuhan sehari-hari, ” tutur Wahyu.

Wahyu pun berharap, para dermawan dapat berpartisipasi dalam program Wakaf Modal Usaha Mikro sehingga para pelaku usaha kecil seperti Ida bisa menjalankan usahanya dengan lebih lancar dan tentunya lebih berkah. ”Kami berencana untuk membantu para pelaku usaha seperti Ibu Ida, dan sekaligus mengajak juga kepada para dermawan untuk membantu para pelaku usaha yang saat ini sedang kesulitan karena kendala permodalan. Melalui bantuan para dermawan sekalian di program Wakaf Modal Usaha Mikro, mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban mereka,” harap Wahyu. []

Bagikan

Terpopuler