Pahlawan Medis di Surabaya Bersyukur Dapatkan APD dan Paket Pangan

Mahardian selaku Kepala Bagian Perbekalan RSUA Surabaya menerangkan meningkatnya jumlah pasien berimbas pada peningkatan drastis pada kebutuhan makan maupun alat kesehatan.

Pahlawan Medis di Surabaya Bersyukur Dapatkan APD dan Paket Pangan' photo
RS Universitas Airlangga Surabaya menerima bantuan masker N 95 dan paket pangan dari ACT untuk para tenaga medis yang berjuang menangani Covid-19. (ACTNews/Heri Setiawan)

ACTNews, SURABAYA – Di tengah meluasnya pandemi Covid-19, permintaan masyarakat akan kebutuhan sanitasi dan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini juga berpengaruh pada ketersediaan stok APD untuk pahlawan medis di beberapa RS rujukan penanganan Covid-19.

Kondisi tersebut terjadi di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya. Kelangkaan akan alat perlindungan diri mulai dirasakan seiring semakin meningkatnya jumlah pasien dalam pengawasan maupun pasien yang positif terserang virus corona. Keadaan ini menambah berat perjuangan para tenaga kesehatan di RSUA yang sampai hari ini berada di garda terdepan melawan corona.

Mahardian selaku Kepala Bagian Perbekalan RSUA menerangkan meningkatnya jumlah pasien berimbas pada peningkatan drastis pada kebutuhan makan maupun alat kesehatan. "Sehari kami bisa bisa menggunakan 135 masker N 95. Dalam kondisi sekarang tentu kami membutuhkan tambahan pasokan alat pelindung diri karena saat ini kami kesulitan untuk mendapatkan," tambah Mahardian.

Di masa darurat Covid-19 ini, ACT Jawa Timur turut mendukung perjuangan pahlawan medis. Jumat (20/3), bantuan masker N 95 dan paket pangan diberikan untuk para tenaga medis yang terus berjuang melawan corona di garis terdepan. 

"Hari ini (Jumat), ACT menyalurkan bantuan pangan dan masker N 95 untuk mendukung kinerja rekan-rekan tenaga kesehatan di RSUA," ujar Kepala Cabang ACT Jawa Timur Wahyu Sulistianto Putro.

Mahardian juga menyampaikan terima kasih kepada ACT dan masyarakat yang telah peduli pada perjuangan para tenaga kesehatan dalam menangani pasien virus corona. Ia sangat bersyukur terhadap besarnya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap para tenaga medis.

Hingga Senin (23/3) tercatat ada 41 kasus Covid-19, satu di antaranya meninggal dunia. Sebelumnya dua daerah di Jawa Timur, Malang dan Surabaya, terkategori sebagai kawasan zona merah persebaran virus corona.

Di masa darurat Covid-19 ini, ACT Jatim fokus memberikan bantuan kepada para pejuang medis yang sedang merawat para pasien virus corona. Sebelumnya, bantuan juga diberikan dalam bentuk layanan disinfeksi untuk rumah ibadah, sekolah, dan fasilitas umum. 

“ACT juga mengajak seluruh masyarakat memutus rantai penyebaran corona dengan perilaku hidup bersih dan tetap di rumah disaat pahlawan medis tetap bekerja. Kepedulian untuk lawan corona juga bisa disalurkan melalui website indonesia dermawan ACT Jatim,” pungkas Wahyu. []


Bagikan

Terpopuler