Paket Iftar Gratis, Rezeki Tak Terduga Keluarga Pasien di Bandung

Paket Iftar Gratis, Rezeki Tak Terduga Keluarga Pasien di Bandung

ACTNews, KABUPATEN BANDUNG - Selepas kumandang Asar, Aitati (62) berjalan menyusuri halaman komplek RSUD Al Ihsan, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Beberapa orang yang berpapasan dengannya, ia tanyai. Tak terkecuali penjaga keamanan rumah sakit. Pertanyaan yang sama berulang kali dilemparkan, “Di mana lokasi pembagian makanan berbuka gratis?”

“Coba ke arah dekat masjid rumah sakit, yang ada kerumunan orang,” adalah jawaban yang ia dapatkan dari pihak sekuriti yang kala itu berjaga. Beberapa menit kemudian, Aitati mendapati kerumunan warga yang dimaksud. Plus, satu truk besar dengan warna jingga dan hijau yang cerah: Humanity Food Truck.

Minggu (18/6), Humanity Food Truck melanjutkan perjalanannya ke wilayah Baleendah, Kabupaten Bandung. Di hari ke-22 Ramadan itu, Humanity Food Truck berkolaborasi dengan Yayasan Hasanah Titik dan BNI Syariah.

 

Sejak siang, dapur berjalan ini sudah memakirkan badannya yang bongsor di halaman Masjid RSUD Al Ihsan. Tim ACT Bandung beserta puluhan relawan MRI Bandung turut serta mengawal jalannya pendistribusian paket berbuka puasa. Seribu paket iftar ala food truck siap menemani waktu berbuka puasa bagi para keluarga penunggu pasien di RSUD Al Ihsan sekaligus warga yang tinggal di sekitar rumah sakit sore itu.

Aitati merupakan salah satu keluarga penunggu pasien yang saat itu ikut mengantri tak jauh dari food truck. Sudah empat hari ia dan bersama anaknya berada di RSUD Al Ihsan untuk menemani suaminya yang menderita sakit jantung dan komplikasi lainnya. Selama menjalani ibadah puasa di rumah sakit, anaknya lah yang kerap membawakan makanan berbuka dan sahur untuk dirinya.

Namun, hari itu anaknya tengah pergi bersama cucunya ke Kota Bandung. Aitati yang tak tahu kapan anaknya kembali dan membawakan makanan seperti biasanya, mulai memikirkan makanan berbuka untuk hari itu.

 

“Tadi sempat mikir, kalau anak saya tidak balik ke sini, siapa yang akan membawakan saya makanan berbuka? Eh ternyata habis salat Asar ada keluarga pasien di sebelah saya yang menawarkan kupon. Katanya, ada pembagian makanan gratis di masjid dekat sini. Ya Alhamdulillah atuh, jadi tidak usah beli makanan lagi. Terima kasih ya,” ungkap Aitati, yang terkejut ketika mengetahui makanan yang didapatnya ternyata dimasak dalam sebuah truk. Nenek yang berasal dari Desa Ciparay ini baru kali itu melihat dapur yang bisa berjalan.

Edah (66) bahkan menganggap dua paket berisi nasi hangat, daging bistik, tempe goreng, tumis buncis, dan sambal yang ia terima sore itu sebuah rezeki yang datang tanpa disangka-sangka. Empat hari belakangan ini, Edah dan anaknya secara bergantian menjaga cucu yang sedang terjangkit penyakit tifus. Selalu saja ada keluarga yang membesuk untuk membawakan makanan berbuka dan sahur. Tapi, hari itu tidak ada keluarga yang membesuk dan menyiapkan makanan berbuka.

“Jadi dapat ini, nasi hangat sama lauk-pauk, ya pas sekali. Rezeki ya, alhamdulillah. Jazakillah khair ya,” senyum Edah.

Ikut mengantri dalam barisan paket berbuka ala food truck adalah Momo (56), pria paruh baya yang sudah menginap di RSUD Al Ihsan selama 8 hari. Istrinya baru saja menjalani operasi amputasi kaki kiri akibat penyakit diabetes yang dideritanya sejak 2006. Tanpa ada sanak saudara yang membawa makanan berbuka, ia biasa membeli hidangan berbuka puasa di sekitar rumah sakit.

 

“Anak-anak saya kan pada menyebar jauh. Ada yang di Garut, ada juga yang di Pangalengan. Jadi saya menemani istri saya sendiri di sini. Untuk buka puasa, yah beli makanan jadi saja di dekat sini,” ujar Momo yang sehari-harinya bekerja sebagai petani di Talegong, Kabupaten Garut.

Khusus sore itu, ia tidak perlu repot-repot membeli hidangan berbuka puasa. Menu berbuka ala food truck menjadi santapan hangat untuknya di sela-sela menemani istri tercinta.

“Terima kasih banget untuk makanan berbukanya. Doa saya, semoga yang memberi makanan ini dibalas pahala oleh Allah SWT,” ucap Momo penuh syukur. Idul Fitri ini, Momo rencananya akan tetap berada di rumah sakit untuk menemani istrinya menjalani masa pemulihan selama tiga pekan ke depan. []

Tag

Belum ada tag sama sekali