Paket Pangan Hadir, Pengungsi Suriah di Idlib Tak Lagi Kelaparan Saat Ramadan

Distribusi paket pangan dan hidangan siap saji untuk pengungsi dan anak-anak yatim Suriah di Idlib, membantu mereka untuk tidak lagi kelaparan di bulan Ramadan.

Anak pengungsi Suriah membawa masuk paket pangan dari ACT ke rumahnya. (ACTNews)
Anak pengungsi Suriah membawa masuk paket pangan dari ACT ke rumahnya. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB – Konflik yang tak kunjung usai di Suriah, juga turut tak menyudahi krisis ekonomi di negara dengan penduduk mayoritas muslim tersebut. Ketahanan pangan yang juga merosot menyebabkan jutaan warganya mengalami kelaparan. Berdasarkan data dari World Food Programme (WFP), sebanyak 12,4 juta orang di Suriah sedang berjuang untuk mendapatkan cukup makanan untuk dimakan.

Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya tingkat kerawanan pangan di Suriah adalah buruknya sektor pertanian di sana. Berdasarkan data yang dihimpun tim Global Humanity Response ACT, sejak konflik di Suriah meletus hingga 2016 lalu, rata-rata area lahan pertanian di Suriah telah turun sebesar 30 persen dan lahan beririgasi turun sebesar 50 persen.

Belum lagi penggunaan senjata kimia dan bahan peledak dalam perang di Suriah cukup marak, sehingga air tanah untuk mengairi pertanian tercemar logam berat, bahan bakar, pelarut, hingga bahan energetik yang bersumber dari penggunaan berbagai senjata.

Kondisi tersebut amat memberatkan warga Suriah, yang sebagiannya adalah pengungsi internal, pada Ramadan ini. Oleh karenanya, kebutuhan pangan terus dipasok untuk mereka, khususnya pengungsi internal yang berada di Idlib. Bantuan pangan dari masyarakat Indonesia ini menjadi upaya untuk meredam kelaparan yang kerap dialami para pengungsi.

"Dimulai sejak 25 April lalu, paket pangan terus kami berikan untuk para pengungsi, diharapkan dapat membawa kebahagiaan bagi para pengungsi saat bulan Ramadan di tengah pandemi, yang mana saat ini harga pangan melonjak tinggi dan menyulitkan para pengungsi untuk mendapatkan makanan," ujar Amir Firdaus dari tim Global Humanity Response ACT, Ahad (9/5/2021).


Anak-anak yatim duduk bersama menyantap Khobz dari ACT. (ACTNews) 

Selain paket pangan, ACT juga menyalurkan hidangan siap santap berupa khobz untuk anak-ank yatim di Suriah. Khobz merupakan roti pipih khas Suriah, yang menjadi makanan pokok sehari-hari keluarga di sana.

"Anak-anak sangat senang dengan hidangan ini, mereka nampak ceria duduk bersama dengan temannya, sambil menyantap santapan bernutrisi yang kami berikan. Insyaallah, dengan nutrisi yang baik akan membantu tumbuh kembang mereka," kata Amir.[]