Paket Pangan Ramadan Hadirkan Senyum Rukmini yang Hidup Seorang Diri

Senyum Rukmini hadir saat menerima paket pangan Ramadan dari ACT.

Rukmini saat menerima paket pangan Ramadan dari Global Zakat-ACT. (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)
Rukmini saat menerima paket pangan Ramadan dari Global Zakat-ACT. (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)

ACTNews, TANGERANG — Rukmini (90) sedang duduk berbincang dengan tetangganya di depan rumah. Pembicaraannya berganti seketika tim Global Zakat-ACT bertandang ke rumahnya mengucapkan salam. Wajahnya yang sudah penuh lekukan terlihat keheranan melihat gerangan yang datang, ia pun berdiri dari duduknya. 

Usai tim ACT memperkenalkan diri, Rukmini terlihat lebih tenang lalu ia kembali duduk. Pendengaran Rukmini sudah tidak lagi responsif sehingga lawan bicara perlu mengeraskan suara atau berulang kali bicara. Rukmini hidup seorang diri di rumahnya di Desa Pagedangan Udik, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. 

Di masa senjanya, tidak ada aktivitas yang bisa Rukmini Lakukan selain beribadah dan duduk  santai di depan rumah. Bahkan kedua kakinya pun sudah tidak sanggup untuk berdiri lama. Untuk makan sehari-hari, Rukmini mengandalkan pemberian tetangga dan anak yang bekerja serabutan. 

“Ini kaki sudah susah untuk berdiri. Jalan harus pelan-pelan dan enggak bisa lama-lama, sudah tua, sudah umur 90,” kata Rukmini seraya mengelus kedua kakinya yang sedang berselonjor di balai depan rumah.

Senyum Rukmini merekah saat tim ACT menyampaikan amanah dari para muzaki berupa paket pangan Ramadan. Paket berisi beras, minyak, biskuit, makanan kemasan, terigu, kecap, dan gula membuat Rukmini kaget. Pasalnya baru kali itu Rukmini menerima paket dengan isi beragam. “Banyak banget ini, terima kasih,” katanya. 

Rukmini menceritakan di usianya yang sudah tua, ia hanya bisa beribadah. Saat muda ia sudah bekerja keras berjualan apapun keliling kampung, mulai dari kue tradisional, nasi uduk, atau sayur. Bahkan dirinya pernah menjadi buruh untuk juragan ikan. Rukmini bertugas membersihkan ikan setiap kali kapal bersandar. 

Wis waktune istirahat, (Sudah waktunya istirahat). Waktu muda sudah kenyang pengalaman usaha,” tutupnya.

Mari hadirkan senyum masyarakat prasejahtera seperti Rukmini. Zakat para muzaki sangat berharga bagi mereka yang sudah tak bisa berbuat banyak. Salurkan zakat muzaki melalui Indonesia Dermawan.[]