Paket Pangan Ramadan Menggurat Senyum Pengungsi Somalia

Semenjak menyebarnya virus corona, kebutuhan pokok di Somalia sulit untuk dipenuhi. Terutama di pengungsian-pengungsian. Aksi Cepat Tanggap (ACT) membagikan ratusan paket pangan untuk keluarga di pengungsian di Kota Mogadishu pada Sabtu (9/5) lalu.

Beberapa pengungsi sedang mengangkut bantuan paket pangan ke rumah mereka. (ACTNews)

ACTNews, MOGADISHU – Ratusan orang menyambangi sebuah tanah lapang di Distrik Abdi Aziz, Mogadishu, Somalia. Di atas lapangan itu telah tersedia paket pangan untuk masing-masing dari mereka. Satu per satu dari mereka berbaris dan mengambil paket-paket pangan pada Sabtu (9/5) siang itu.

“Paket-paket pangan ini adalah hadiah dari masyarakat Indonesia kepada keluarga yatim dan pengungsi internal dari konflik di Somalia. Target kami ada 1.897 jiwa yang akan menerima bantuan paket pangan Ramadan ini,” ujar Andi Noor Faradiba dari Tim Global Humanity Response (GHR) – ACT.

Masing-masing dari mereka terlihat bahagia menenteng paket berisi gula, tepung, beras, minyak goreng, kurma, susu dan deterjen. Faradiba mengatakan bahwa mereka memang saat ini membutuhkan bantuan karena selain hidup sulit di pengungsian, mereka ada di bawah ancaman pandemi Covid-19.


Paket pangan Ramadan yang disediakan oleh ACT. (ACTNews)

“Sebagai pengungsi, tentu untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka sangat sulit. Tambah sulit lagi dengan adanya virus corona. Mudah-mudahan paket ini dapat membantu mereka dalam melewati Ramadan kali ini,” harap Faradiba.

Dilansir dari Sindonews, semenjak adanya pandemi corona, melewati Ramadan di Somalia memang cukup sulit dibanding tahun sebelumnya. Selama Ramadan ini, harga makanan naik. Para pengungsi internal semakin hidup dalam kondisi sulit. Ketika wabah corona menghambat perekonomian, maka warga mengumpulkan apa yang mereka miliki bersama tetangga untuk dapat menikmati makan bersama.


“Saat wabah virus corona meluas di kota dan orang tidak pergi bekerja, kami mulai mengumpulkan setiap uang dari sejumlah keluarga untuk makanan,” papar warga di kamp pengungsi Mohamed Warsame Hirsi.

Selain kesulitan secara ekonomi, menjaga jarak sosial dan mencuci tangan sulit dilakukan bagi orang yang tinggal di kamp yang padat penduduk dan sanitasi yang buruk. “Kami tidak memiliki sabun untuk membersihkan tangan kami saat virus menyebar,” papar Khadija Diriye.

Hingga saat ini penyebaran virus corona di Somalia telah mencapai angka 1.089 orang dengan total kematian mencapai 52 orang. Warga pun berdoa agar dapat bertahan menghadapi wabah tersebut.

“Kami mohon Allah memberikan kami kemampuan menghadapi penyakit itu,” kata Hassan Ibrahim. []