Paket Pangan Ramadhan, Pelipur Lara Petani di Manggarai Timur

Paket Pangan Ramadhan, Pelipur Lara Petani di Manggarai Timur

ACTNews, MANGGARAI TIMUR – Bahagia kami rasakan ketika 200 orang lebih warga Desa Nampar Sepang, Kecamatan Sambe Rampas, Manggarai Timur, dengan sumringah, tersenyum menenteng  2 kresek besar berwarna merah dan biru yang berisi paket sembako (10 Kg beras, 3 Kg minyak goreng, dan 2 Kg gula pasir).    
 
Rasa lelah yang kami rasakan sebagai Tim Implementator Distribusi Paket Pangan Ramadhan dari ACT, yang mengemban amanah dari Muslim AID dan Kementrian Sosial-Republik Indonesia (Kemensos-RI)  hilang begitu saja. Ketika kami melihat kebahagian yang membuncah dari warga penerima manfaat (beneficiaries), saat kami melakukan distribusi ini di ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah/MI  Nampar Sepang, pada Kamis (30/6).  
 
Para penerima manfaat yang merupakan warga  3 Kampung  di Desa Nampar Sepang,  sangat bahagia mendapatkan jatah bantuan yang kami distribusikan. Karena warga di Desa ini yang mayoritas bekerja sebagai petani, mengalami gagal tanam dan gagal panen, akibat cuaca yang tak menentu.      
 
Saya bersyukur ada bantuan ini, karena saya bersama warga disini mengalami gagal tanam dan gagal panen. Untuk bisa bertahan hidup, terpaksa  saya hutang kanan - kiri dek,”keluh  Abdul Wahab (75) lansia Warga Kampung Tompong, yang sudah mempunyai 7 cucu ini.  
 
Menurut Ustadz Jemain  Usman Todang, S.Ag. (41), Koordinator Wilayah Masyarakat Relawan Indonesia/Korwil-MRI Nusa Tenggara Timur/NTT yang juga tokoh masyarkat Desa Nampar Sepang, untuk dapur rumah tangga warga tetap ’ngebul’, biasanya para ibu-ibu dan remaja putrinya mencari tambahan penghasilan keluarganya dengan menenun kain, yang hasilnya dijual.
 
“Kalau mereka cepat membuatnya mereka (warga-red) bisa membuat 3 kain hasil tenunan, satu kain dihargai Rp.200.000, jadi kalau 3 kain mereka bisa mendapatkan uang Rp.600.000. Namun  kalau di hitung perhari dari membuat kain tenun tersebut, pengorbanan mereka  hanya di hargai Rp.20.000 per hari. Namun tidak ada lagi cara untuk mendapatkan tambahan penghasilan selain dari bertani, ya menenun,”jelas Jemain.
 
Nurhayati (27) misalnya ibu muda yang  mempunyai 3 anak ini tidak berdiam diri ketika suaminya petani bawang dan kacang tanah mengalami gagal tanam, Ia pun mencari tambahan penghasilan keluarganya dengan  menenun kain.“Saya biasanya dalam satu bulan menghasilkan 2  tenunan kain, yang saya jual setiap 1 kainnya  Rp.200.000,”ujarnya.
 
230 paket pangan Ramadhan yang didapatkan oleh 230 kepala keluarga di 3 kampung ini, diakhir bulan Ramadhan dan menjelang hari Idul Fitri 1437 Hijriah,  sangat membantu warga Desa Nampar Sepang menjalankan ibadah shaum para warga di akhir Ramadhan dan menyambut hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah (lebaran) nanti.      
 
Apalagi warga  tampak bahagia ketika ustadz Jamain mengumumkan  kepada mereka bahwa Tim ACT akan mendistribusikan paket mukena sejumlah 600 pcs dari MTT Telkom, yang akan diberikan kepada ibu-ibu dan para remaja putri warga Desa Nampar Sepang.    
 
“Rencananya kami akan distribusikan 600 paket mukena ini berbarengan dengan distribusi Paket Pangan Ramadhan hari ini, namun karena paket ini belum sampai masih di Kupang dan baru sampai di Desa Nampar Sepang pada Sabtu (2/7), maka kami putuskan  distribusi ini akan kami lakukan pada hari Senin  (4/7) nanti,” terang Jamain.[]
 
Penulis: Muhajir Arif Rahmani 

Tag

Belum ada tag sama sekali