Pandemi Covid-19 Berdampak pada Usaha Lilis

Lilis Setiawati kini bekerja sendiri untuk mempertahankan usaha nasi uduk yang ia jajakan di depan rumahnya. Usaha tersebut dimulai bersama sang ibu yang kini sudah wafat. Sempat ia dibantu seorang karyawan, tetapi terpaksa diberhentikan karena pandemi yang berpengaruh pada penghasilan.

bantuan modal usaha
Usaha nasi uduk yang dijalankan Lilis buka dari magrib hingga malam hari. (ACTNews)

ACTNews, SERANG Pertama kali Lilis Setiawati menjalani usaha nasi uduk yakni sepuluh tahun lalu. Berbekal sebuah etalase dan alat masak, ia menjajakan makanan khas Betawi itu di depan rumahnya lengkap dengan gorengan dan berbagai minuman ringan.

"Saat itu saya sama ibu ngerintis usaha ini bukanya dari magrib sampai malam. Alhamdulillah, penjualan lancar sama penghasilan juga bisa nambah pemasukan keluarga," ujar Lilis di rumahnya di Kampung Sirih, Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Ahad (20/6/2021) lalu.

Setelah sang ibu wafat beberapa tahun lalu, Lilis tetap melanjutkan usaha jualan nasi uduknya tersebut dengan dibantu satu orang karyawan. Sayang,  sejak Covid-19 mewabah di Indonesia, penjualannya menurun hingga Lilis terpaksa memberhentikan karyawannya.

"Penjualan semakin hari semakin menurun. Yang awalnya semalam bisa habis dua puluh liter, sekarang cuma enam liter. Itu ngaruh banget sama pemasukan saya," kata Lilis.


Sejak pandemi, Lilis menjalani usaha yang dirintis bersama ibunya itu seorang diri. Meskipun tanpa bantuan siapapun, Lilis terus mempertahankan usahanya tersebut. Ia berharap, warungnya dapat bertahan bahkan berkembang walau diterpa badai pandemi.

Bantuan modal usaha

Usaha Lilis yang sudah dirintis bertahun-tahun lalu saat ini tengah diguncang pandemi membawa Global Wakaf-ACT hadir untuk membantu lewat pengelolaan dana wakaf. Program Wakaf UMKM menghadirkan bantuan modal untuk Lilis meningkatkan kembali kapasitas usahanya dengan harapan bisa bangkit kembali.

“Wakaf UMKM merupakan ikhtiar Global Wakaf meningkatkan kapasitas usaha skala kecil dan mikro lewat pendanaan yang bersumber dari dana wakaf. Modal ini nantinya akan terus berputar dan terus hadir untuk pelaku usaha lain di penjuru negeri ini,” jelas Sukma dari tim Program Global Wakaf-ACT Banten.[]