Pandemi Covid-19 Membuat Ekonomi Ulil Absar Semakin Terpuruk

Pandemi Covid-19 membuat ekonomi Ulil Absar, seorang guru honorer semakin terpuruk. Gaji pas-pasan usaha sampingan pun terus menerus mengalami kerugian.

ulil absar
Ulil Absar saat menerima bantuan paket pangan dan biaya hidup dari ACT di depan rumahnya. (ACTNews)

ACTNews, PATI – Ekonomi Ulil Absar, seorang guru honorer salah satu sekolah dasar Islam di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati semakin terpuruk saat pandemi Covid-19. Usaha sampingannya sepi dan seringkali harus menanggung rugi. 

Jauh sebelum pandemi Covid-19, gaji yang Ulil terima jauh dari cukup. Dalam sebulan Ulil menerima gaji sebesar Rp700 ribu. Untuk menambah penghasilan, Ulil berjualan es kelapa muda. Namun, pandemi membuat usahanya sepi dan seringkali Ulil rugi. 

“Pandemi Covid-19 harga kelapa muda lebih mahal Rp200. Modal bertambah tetapi pembeli berkurang. Suasana lingkungan sekitar lapak sepi. Malam yang biasanya banyak anak muda nongkrong sekarang dilarang,” ujar Ulil, Kamis (8/7/2021). 

Sebelum pandemi Covid-19, Ulil dapat meraup untung sebesar Rp1,5 juta sebulan. Namun akibat pandemi, untuk mengembalikan modal saja dirinya sudah kesulitan. Agar tidak rugi terus menerus, Ulil akhirnya mengurangi modal dan jumlah dagangannya. 

“Mau bagaimana lagi? Daripada rugi terus-terusan, mending saya kurangi modalnya sampai 50 persen. Jadi yang biasanya beli kelapa muda 200 butir, saya beli 100 nanti kalau habis, baru pesan lagi, sekarang jualan susah,” ujarnya. 

Meringankan beban Ulil Absar, Global Zakat-ACT beri bantuan paket pangan dan biaya hidup, Kamis (8/7/2021). Selain guru, paket pangan dan biaya hidup juga diberikan kepada para dai yang terdampak pandemi. []