Pandemi Covid-19, Sektor Kesehatan Gaza Kian Mengkhawatirkan

Otoritas Palestina mengkonfirmasi jumlah kasus positif Covid-19 di Gaza terus bertambah. Palestine Center for Human Right pun memperingatkan sektor kesehatan Gaza semakin mengkawatirkan.

Pandemi Covid-19, Sektor Kesehatan Gaza Kian Mengkhawatirkan' photo
Di tengah kondisi lockdown, relawan Aksi Cepat Tanggap membagikan makanan bergizi kepada masyarakat Gaza menggunakan pakaian APD. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Otoritas kesehatan Palestina mengkonfirmasi 110 kasus baru Covid-19 di Jalur Gaza, Sabtu (4/9). Dalam pernyataan tersebut, Kementerian Kesehatan mengatakan total kasus meningkat hingga 807 kasus, termasuk 5 kematian, dan 89 sembuh. Total kasus aktif di Gaza saat ini mencapai 713.

Sistem kesehatan Gaza yang selama ini sudah tidak dapat berfungsi maksimal pun mengkhawatirkan. Hal itu pun diperparah krisis obat dan listrik. Juru bicara Kementerian Kesehatan di Kota Gaza Dr Ashraf al-Qedrah menerangkan, Kementerian mengalami kekurangan alat tes untuk mendeteksi virus corona. Depkes sangat membutuhkan unit perawatan yang lebih intensif, respirator, dan peralatan diagnostik virus corona, obat-obatan, bahan konsumsi medis, dan alat pelindung diri, sebagaimana dirilis Reliefweb.

Rumah sakit dan pusat kesehatan pun kekurangan separuh kesediaan obat yang amat penting serta 65% produk laboratorium dan persediaan bank darah juga berkurang. “Kementerian membutuhkan sekitar 450.000 liter bahan bakar per bulan untuk mengoperasikan 90 generator listrik di rumah sakit dan pusat kesehatan dalam skenario pemadaman listrik 8 jam. Namun, karena pemadaman listrik yang mencapai 16 -20 jam sehari, Kementerian membutuhkan sekitar 750.000 liter bahan bakar per bulan,” jelas al Qedrah sebagaimana ditulis Reliefweb akhir Agustus lalu.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response – Aksi Cepat Tanggap pun mengajak dermawan Indonesia membersamai AKsi Cepat Tanggap, baik layanan medis, pangan, maupun berkait dengan kesehatan. "Sahabat dermawan bisa memberikan sedekah terbaik melalui laman Indonesia Dermawan atau transfer melalui rekening BNI Syariah 6600003314 atas nama Aksi Cepat Tanggap," imbuhnya.[]

Bagikan