Pandemi di Kala Ramadan, Zakat Jadi Penyelamat

Salah satu derma Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) hadir dalam rupa zakat. Marbut, guru ngaji, dan guru honorer di Jakarta Pusat, menjadi penerima manfaat, Selasa (5/5).

Fitri Darmawan, marbut masjid Jami al Uswah, Cideng, Jakarta Pusat, merapikan rak buku dan Alquran di masjid, Selasa (5/5). Ia menjadi salah satu penerima manfaat zakat mal yang disalurkan dermawan melalui program Kolaborasi Kemanusiaan Berskala Besar (KSBB) antara Pemprov DKI Jakarta dan ACT. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, JAKARTA – Pandemi corona tidak sedikit pun mengurangi aktivitas Fitri Darmawan (41) di masjid. Selama darurat Covid-19, Darmawan lebih lebih aktif membersihkan masjid. Setiap kali menjelang solat fardu, ia harus mengepel lantai dan memastikan kesediaan antiseptik tetap ada. Salat berjamaah memang sudah tidak diselenggarakan pihak masjid, namun bukan berarti kebersihan masjid diabaikan.

Sesekali, sejumlah pejalan kerap mampir ke Masjid Jami al Uswah untuk melaksanakan salat fardu. Masyarakat sekitar juga masih kerap membaca Alquran di dalam masjid. Darmawan juga harus memastikan setiap jemaah mengenakan masker saat memasuki masjid.

Modin yang sudah tujuh tahun mengabdi di Masjid Jami al Uswah itu tetap ke masjid lima waktu, paling tidak satu jam sebelum salat fardu. “Sudah tujuh minggu kita tidak menggelar solat Jumat,” cerita Darmawan, Selasa (5/5).

Selain untuk memenuhi kebutuhan administrasi masjid, infaq dari para jamaah juga menjadi kafalah marbut. Dari kafalah itu, Darmawan menafkahi, istri, anak, dan ibunya.

“Tidak ada salat jamaah juga berdampak pada infak yang diterima masjid. Sekarang, untuk bayar listrik masjid pun belum tahu ya,” ungkap Darmawan. Laki-laki kelahiran Cideng itu kini mengabdikan diri untuk mengurus masjid.