Pandemi, Lontong Pical Uni Nur Sepi

Usaha lontong pical yang dijalani Nursinta mengalami kendala besar saat pandemi. Pendapatan menurun drastis, hingga Nur juga sempat meminjam modal berbunga.

bantuan modal usaha
Sejak pukul 04.00 subuh Nur sudah mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat lontong. (ACTNews)

ACTNews, SOLOK – Nur Sinta, ibu yang akrab disapa Uni Nur ini sedang berjuang mempertahankan usaha lontong picalnya. Ia mengakui bahwa memang banyak tantangan yang dialami selama tiga tahun ini.

Uni Nur berjualan lontong pical di depan rumahnya di wilayah Lubuk Sikarah, Solok, Sumatra Barat. Selama pandemi ini, omzet Nur hanya sekitar Rp100 ribu per hari, padahal untuk sekali memasak, Nur harus mengeluarkan modal sekitar Rp70 ribu.

“Turunnya jauh, dahulu itu bisa dapat Rp200 ribu sehari. Sekarang ini sudahlah sedikit, sering kali dagangan tak habis. Terkadang hasil penjualan cuma cukup untuk mengembalikan modal harian. Kalau modal sudah tertutup pun, sudah alhamdulillah,” ucap Nur, ditemu Sabtu (7/8/2021) awal bulan.


Bagaimana pun kerja keras terus dilakukan. Keadaan memaksa Uni Nur untuk terjaga sejak pukul 04.00 subuh untuk mulai menjalankan usaha. Modal pun ia usahakan dari sana-sini. “Kalau modal sudah tak ada lagi, terpaksa meminjam uang untuk modal berjualan kembali di koperasi. Walaupun bunganya cukup besar,” katanya.

Padahal, penghasilan berjualan lontong pical digunakan Nur untuk membiayai kuliah anak sulung dan ketiga adik-adiknya yang masih ebrsekolah.

Nur berharap bisa mendapatkan modal dengan mudah dan tanpa bunga untuk mengembangkan usahanya agar kembali berjalan lancar.[]