Pandemi, Pekurban di Pesisir Lamongan Sepi

Pandemi yang berdampak pada resesi ekonomi membuat sejumlah wilayah krisis pekurban pada Iduladha tahun ini.

Perahu nelayan di pesisir Lamongan. (ACTNews/Andri Rahmat)

ACTNews, LAMONGAN – Pandemi belum juga menunjukkan penurunan di berbagai provinsi. Jawa Timur pun masih menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia. 

Selain kesehatan, pandemi juga berpengaruh ke penghasilan masyarakat. Salah satunya di Dusun Dengok, Desa Kandang Kemangkon, Kecamatan Pesisir, Lamongan, Jawa Timur. 

David (26), warga Dusun Dengok, mengatakan bahwa tahun ini tidak ada pekurban di desanya. Hal tersebut dikarenakan warga yang bekerja sebagai buruh pabrik sudah dirumahkan sejak tiga bulan silam, sedangkan sebagian warga lain yang berprofesi nelayan penghasilannya turun drastis lantaran ditutupnya pasar ekspor. 

"Tahun ini tidak ada pekurban sepertinya, masyarakat banyak yang dirumahkan dan penghasilan nelayan anjlok,” ujar David. Tahun-tahun sebelumnya pabrik pengolahan ikan di dusun tersebut berkurban untuk warga Dengok.

"Biasanya dapat bantuan kurban kambing dari pabrik, biasanya satu sampai dua ekor kambing,” jelas David.

Mashudi dari Tim Program Global Qurban - ACT Jawa Timur menjelaskan, selain Dusun Dengok, masih banyak daerah terdampak yang juga nihil pekurban tahun ini. Ia pun mengajak masyarakat untuk ambil bagian dalam program Global Qurban - ACT agar daging nikmat daging kurban bisa dirasakan oleh masyarakat lainnya.

"Melalui Global Qurban - ACT, kami berharap bukan hanya masyarakat perkotaan yang menikmati daging, namun juga masyarakat di pelosok negeri,” ungkapnya.[]