Pandemi, Puaduddin Tak Lagi Mengajar

Pandemi membuat ribuan guru honorer berada dalam ketidakpastian nasib. Mereka tidak lagi mendapat pendapatan karena secara teknis tidak lagi mengajar di sekolah selama pandemi. Hal itu turut dialami Puaduddin, guru honorer asal Kresek, Kabupaten Tangerang.

Pandemi, Puaduddin Tak Lagi Mengajar' photo
Puaduddin (67), guru honorer di MI Diniyah di Kecamatan Kresek, bersama tiga anaknya. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN TANGERANG – Sudah lima bulan Puaduddin (67) tidak mengajar sejak sekolah diliburkan karena pandemi. Guru Pendidikan Agama Islam Mi Diniyah Kresek, Kabupaten Tangerang, itu pun mengumpulkan barang bekas demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya tetap harus bayar sekolah anak-anak. Bagaimana pun caranya, harus diperjuangkan,” kata Puad saat ditemui pada Sabtu (11/7). Selain mengumpulkan rongsokan, ayah tiga anak itu juga menjadi pekerja serabutan di lingkungan tempat tinggalnya. Sesekali beliau juga ke sekolah tempat beliau mengajar untuk membersihkan ruang-ruang kelas yang kotor untuk mendapat penghasilan tambahan.

Ikhtiar yang ia lakukan selama ini demi keberlangsungan masa depan anak-anaknya. Anak Puad paling tua masih menempuh pendidikan tahun kedua di sekolah menengah, sedangkan anak bungsunya berkebutuhan khusus. Istri Puad sudah meninggal tiga tahun lalu. Ia seorang diri berjuang untuk membesarkan anak-anaknya.


Puaduddin (kiri) menerima paket pangan dari Global Zakat - ACT Tangerang Raya. (ACTNews)

“Alhamdulillah. Saya tetap bersyukur, yang penting tidak putus asa,” kata Puad. Tujuh tahun mengajar Puad mengabdikan diri di sekolah swasta sederhana di desanya. Kini, penghasilan Rp300 ribu yang biasa ia terima tiap bulan tidak lagi ia dapatkan. Tidak dipungkiri, selama ini keluarga Puad hanya bergantung dari pendapatannya sebagai guru honorer.

“Yang saya punya cuma sedikit ilmu. Itu yang bisa saya berikan,” katanya. Ia pun berharap anak-anak didiknya tetap dapat belajar dengan baik walau tidak berangkat ke sekolah. Di tengah kegiatannya itu, ia pun menyempatkan diri menjadi guru baca Alquran dan muazin di musala kampungnya.

Rodi Maryanto dari Tim Program Global Zakat - ACT Tangerang Raya menerangkan, Global Zakat berikhtiar mendukung kehidupan para guru honorer di tengah pandemi dengan beaguru dan bantuan bahan makanan. Selain Puaduddin, ada tiga guru lain di Kabupaten Tangerang yang menerima bantuan pangan Sabtu itu.

“Insyaallah bulan Juli ini kami berikhtiar menjangkau puluhan guru lainnya di wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan,” kata Rodi.[]


Bagikan