Pangan Jadi Kebutuhan Darurat Korban Banjir Praya, Lombok

Relawan MRI Lombok Tengah melakukan asesmen korban banjir di Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, sekaligus mengantarkan makan siang bergizi, Jumat (28/5). Hingga saat ini, pangan dan air bersih jadi kebutuhan darurat para pengungsi.

Pangan Jadi Kebutuhan Darurat Korban Banjir Praya, Lombok' photo
ACT Nusa Tenggara Barat dan MRI Lombok Tengah mengunjungi korban banjir di Dusun Peresak, Desa Sengkerang, Prayat Barat, Kabupaten Lombok Tengah. (ACTNews)

ACTNews, LOMBOK TENGAH – ACT Nusa Tenggara Barat dan Masyarakat Relawan Indonesia Koordinator Daerah Lombok Tengah meninjau lokasi banjir di Dusun Peresak, Desa Sengkerang, Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah untuk melakukan asesmen dan membagikan puluhan makan siang bergizi kepada pengungsi, Jumat (29/5). Dusun Peresak menjadi lokasi terjangan banjir paling parah.

Junaidi salah satu warga Dusun Peresak sekaligus korban banjir mengaku, sejak pagi sejumlah korban belum sempat makan apa pun karena bahan makanan dan alat dapur hanyut terbawa arus. “Beberapa warga ada yang sudah mendapatkan bantuan makanan dan air bersih dari keluarganya di desa lain,” jelas Junaidi.

Koordinator relawan MRI Lombok Tengah Hari Supandi menjelaskan, kebutuhan darurat warga hingga tim melakukan peninjauan masih di seputar makanan, air bersih, makanan bayi, pakaian layak pakai, selimut dan terpal. “Masih banyak warga yang mengungsi dan mendirikan tenda darurat di tempat yang dirasa aman. Warga masih bersiaga karena cuaca di Praya yang kerap gerimis, takut banjir susulan,” jelas Hari.

Banjir dari luapan sungai terjadi pada Kamis (28/5) malam. Air bah menerjang tujuh desa di Kecamatan Praya Timur, praya Barat, dan Praya Tengah itu merusak puluhan rumah. Desa-desa tersebut yakni Desa Semoyang, Ganti, Sengkerang, Landah, Mujur di Kecamatan Praya Timur, Desa Ranggagata di Kecamatan Praya Barat Daya, dan Desa Persiapan Lelong Kecamatan Praya Tengah.[]