Pantang Kibarkan Bendera Putih, Global Wakaf-ACT Kuatkan Perjuangan UMKM

Banyak pengusaha UMKM di sejumlah daerah menggelar aksi mengibarkan bendera putih sebagai simbol atas keputusasaan. Lewat Wakaf Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (WMUMI), Global Wakaf-ACT terus kuatkan perjuangan UMKM.

Sri Hastuti, seorang penjual peyek kacang di Surakarta yang menerima manfaat bantuan wakaf modal dari Global Wakaf-ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Badai penyebaran kasus Covid-19 membuat para pelaku UMKM harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan, di sejumlah daerah para pengusaha UMKM menggelar aksi mengibarkan bendera putih, bentuk menyerah pembatasan kegiatan.

Pantang mengibarkan bendera putih, Global Wakaf-ACT terus berikhtiar bersama para pengusaha UMKM di seluruh Indonesia untuk bangkit di tengah keterpurukan pandemi Covid-19. Lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (WMUMI), Global Wakaf-ACT menyalurkan bantuan modal dan pendampingan usaha kepada para UMKM.

Manager Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (WMUMI) Budi Sulistiyo mengungkapkan, para pengusaha UMKM tidak perlu lagi khawatir nasib usaha yang terdampak pandemi Covid-19. Pasalnya, pengusaha UMKM bisa langsung mendaftarkan usahanya melalui website resmi ACT.

“Nanti kami akan lakukan asesmen karena tidak semuanya bisa dibiayai. Syaratnya yang paling utama adalah usahanya terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, asetnya tidak lebih dari Rp50 juta, dan omzetnya dalam setahun tidak lebih dari Rp300 juta. Usahanya sudah berjalan dan bukan usaha baru,” ungkap Budi, Jumat (6/8/2021).

Budi menambahkan, kehadiran bantuan wakaf modal ini yang terpenting adalah komitmen para pengusaha UMKM untuk mau diberikan pendampingan usaha bersama Global Wakaf-ACT, diantaranya meliputi aspek mentoring bisnis, keuangan, marketing, manajemen usaha, dan spiritual.

“Nanti setelah dibantu Global Wakaf-ACT, harapannya para penerima manfaat wakaf modal bisa membantu pengusaha UMKM lain. Fungsi kami adalah menebar kebaikan untuk generasi berikutnya. Harapan kami pada tahun 2025 itu bisa tembus satu juta pengusaha UMKM,” tutur Budi.[]