Para Ibu di Somalia, Besarkan Anak dalam Kerawanan Pangan

Kerawanan pangan yang melanda Somalia banyak membuat para ibu kehilangan buah hati tercintanya karena malnutrisi.

kerawanan pangan somalia
Potret ibu dan anak pengungsi internal di Somalia. (IRC/Kellie Ryan)

ACTNews, SOMALIA – Somalia, disebut sejumlah organisasi kemanusiaan telah mencapai puncak krisis kemanusiaan. Satu dari empat orang di Somalia menghadapi tingkat penyakit akut yang tinggi imbas kelaparan. Kerawanan pangan yang terjadi juga menyebabkan lebih dari 800 ribu anak di bawah usia lima tahun mengalami kekurangan gizi akut.

Para ibu di Somalia harus menghadapi tantangan besar untuk membesarkan anak-anaknya di tengah kerawanan pangan. Hamdi Sheikh Mukhtar (40), telah meninggalkan desanya di Buur-Heled yang mengalami bencana kekeringan. “Kami menghadapi kelaparan selama tiga tahun. Kami tidak punya sumur, semua sungai sudah mengering.” ceritanya.

Hamdi dan keluarganya sekarang tinggal di sebuah kamp pengungsian untuk orang-orang yang terlantar akibat konflik serta kekeringan dan kelaparan di Somalia. Suaminya bekerja sebagai pengumpul ranting untuk dijual, sementara Hamdi, merupakan buruh cuci pakaian. Penghasilan mereka hanya cukup untuk membeli makanan yang jumlahnya pun sangat sedikit serta jauh dari standar cukup.

Meski begitu, Hamdi dan suaminya tidak pernah patah semangat. Mereka terus bekerja keras agar bisa membeli makanan untuk anaknya yang masih berusia delapan bulan. Mencegahnya agar tidak menderita karena kelaparan.

Sementara itu, Deko Rable Rage (25), pengungsi internal lainnya di Somalia menceritakan ia telah kehilangan salah satu anaknya karena malnutrisi. Menjadi pengungsi sejak 2009, adalah hal yang sangat sulit baginya. Kini, anak bungsunya juga sedang sakit dan mengalami malnutrisi akut. Deko menceritakan, anaknya sangat sulit untuk tidur di malam hari karena kelaparan. Ia pun khawatir akan kehilangan anaknya lagi jika kondisi terus memburuk.

“Saya menjadikan kesehatan anak saya sebagai prioritas. Saya memiliki cinta yang besar untuk anak-anak saya. Meski tidak mampu membeli mainan, tetapi saya selalu meluangkan waktu untuk bermain dengannya," ujar Deko yang juga menceritakan cita-citanya agar anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan dan menjadi dokter, sehingga mereka juga bisa mengobati anak-anak yang sakit.

Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyatakan, selain disebabkan konflik berkepanjangan, iklim yang ekstrem di Somalia menjadi penyebab kerawanan pangan ini.

Kekeringan berkepanjangan menyebabkan curah hujan turun drastis dan sumber air mengering. Membuat tidak hanya warganya kehausan, tetapi juga kehilangan sumber pangan besar dari sektor pertanian.[]