Pasangan Petani di Karawang Kerja Keras Demi Sekolah Anak

Untuk membiayai ketiga anak yang masih kecil, Erna (38) dan suaminya mengelola lahan sewaan seluas satu hektare. Di samping itu, Erna juga masih berjualan sayur, sedangkan sang suami menjadi buruh ternak.

bantuan modal untuk petani
Dalam satu kali panen, lahan seluas satu hektare yang digarap bisa menghasilkan Rp2 juta.

ACTNews, KARAWANG – Erna (38) telah menjalani kehidupan sebagai petani selama tujuh tahun. Bersama suaminya, Erna menggarap tanah sewaan seluas satu hektare di dekat rumah mereka di Dusun Peundeuy, Desa Cipta Marga, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang.

Sebelum bertani, Erna sendiri hanya berjualan sayur. Namun, hasil dari berjualan sayur menurut Erna belum bisa semaksimal bertani. “Kadang ada yang ngutang, kadang enggak dapat pembeli,” katanya sambil tertawa ditemui Global Wakaf-ACT pertengahan Februari.

Perkiraan modal tanam Erna dan suaminya sampai panen adalah Rp14 juta. Modal ini terkadang mereka dapatkan dengan berutang. Sementara,  untuk keperluan produksi, Erna berutang ke salah satu pemilik toko obat-obatan yang menjadi langganan.


Hasil bersih yang mereka peroleh bisa mencapai Rp2 juta dalam satu kali panen. Selama menunggu masa panen, Erna masih berjualan sayur, sementara sang suami menjadi buruh peternakan untuk orang lain. Semua pekerjaan itu mereka lakukan untuk mencukupi kebutuhan dua orang anak yang masih duduk di bangku SD dan seorang bungsu yang masih balita.

Untuk membantu kehidupan Erna dan suami, Global Wakaf-ACT memberikan bantuan melalui program Wakaf Sawah Produktif. Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf-ACT menjelaskan, bantuan ini merupakan bentuk dukungan Global Wakaf-ACT terhadap petani sebagai salah satu penjaga ketahanan pangan negeri ini.

“Kami berharap, melalui bantuan ini, bu Erna dan suaminya tidak merasa berjuang sendiri. Melalui wakaf, kami mengajak masyarakat Indonesia memedulikan petani, salah satunya mereka,” kata Wahyu.

Wakaf Sawah Produktif merupakan bagian dari gerakan yang digaungkan Global Wakaf-ACT dalam gerakan Bersama Angkat Indonesia. Aksi ini bertujuan menguatkan kedaulatan pangan dengan meningkatkan konsumsi pangan masyarakat, serta mendukung produksi dan kesejahteraan petani.[]