Pasar Malam Tutup, Usaha Susanto Redup

Semenjak pasar malam tempat ia berjualan tutup karena pandemi, Susanto Wibowo mesti mencari jalan lain memenuhi penghasilan keluarga. Tetapi tekad untuk meneruskan dagangannya selepas pandemi, masih terus menyala.

bantuan modal bantul
Berdagang mainan menjadi jalan Susanto untuk membiayai keluarganya. (ACTNews)

ACTNews, BANTUL – Pasar malam tutup akibat pandemi. Tutupnya aktivitas ini tidak hanya membuat masyarakat kehilangan hiburan, tetapi juga menjadi kesulitan bagi mereka yang menemukan rezeki di kerumunan pasar malam.

Susanto Wibowo salah satu di antara mereka. Pedagang mainan anak ini benar-benar terdampak dari liburnya pasar malam. Pasar tempat ia berjualan saat akhir pekan yakni di Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, terpaksa tutup selama pandemi.

“Jualan ini sudah saya mulai sejak kecil, membantu orang tua. Sekarang dari usaha ini saya membiayai keluarga,” ucap bapak satu anak ini ketika ditemui Global Wakaf-ACT pada Sabtu (25/9/2021).


Untuk mencari penghasilan, kini Susanto bekerja lepas. “Lebih sering kerja sebagai tukang batu di revitalisasi sungai. Tempatnya di belakang rumah ini,” ungkap Santo. Tetapi sementara dagangan terhenti dan ia membutuhkan modal untuk memulainya kembali.

Untuk itu Global Wakaf-ACT memberikan bantuan melalui program Wakaf UMKM kepada Susanto. Dengan tambahan modal serta pendampingan ini, Susanto berharap dapat memulai kembali usaha seperti sediakala, dan mengembangkan usaha ini lebih jauh ke depannya.

Selain Susanto, Global Wakaf-ACT juga memberikan pendampingan individu kepada dua pelaku UMKM lainnya. Diharapkan melalui program ini, para penerima manfaat dapat membawa usaha mereka melewati pandemi, bahkan dapat terus berkembang nantinya. []