Pasar Modal Syariah dan Wakaf Saham, Bolehkah?

Selain membagikan pemahaman mengenai pasar modal syariah, Global Wakaf juga turut memberikan pandangan agama mengenai hukum wakaf saham di pasar modal syariah melalui perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pasar Modal Syariah dan Wakaf Saham, Bolehkah?' photo
Targetnya Global Wakaf yakni memberikan pemahaman kepada umat dan kepada calon wakif, bahwa pasar modal syariah dan transaksinya bukan bagian dari gharar atau judi serta hasilnya bisa diwakafkan. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA - Global Wakaf kembali menggelar Sekolah Pasar Modal Syariah untuk yang kedua kalinya pada Selasa (19/11) lalu di Menara 165, Jakarta Selatan. Selain membagikan pemahaman mengenai pasar modal syariah, Global Wakaf juga turut memaparkan pandangan agama mengenai wakaf saham dan pasar modal syariah melalui perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang turut hadir dalam acara tersebut.

Banyak yang masih memahami wakaf hanya sebatas aset tetap saja. Dalam Sekolah Pasar Modal Syariah, stigma tersebut diluruskan kembali oleh MUI karena selama ini Dewan Syariah Nasional (DSN)-MUI telah membolehkan wakaf melalui saham. Aditya Pratama selaku Head of Strategic Global Wakaf mengatakan mereka ingin menyebarluaskan pemahaman bahwa pasar modal syariah bukan hal yang dilarang. Saham syariah bahkan bisa diwakafkan.

“Targetnya adalah kita memberikan pemahaman sebesar-besarnya kepada umat dan kepada calon wakif, bahwa pasar modal syariah dan transaksinya bukan bagian dari gharar atau judi. Hasilnya juga bisa diwakafkan,” kata Aditya. Nantinya hasil dari wakaf ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan umat.

AH. Azharudin Lathif dari DSN-MUI menjelaskan pembolehan itu merujuk kepada definisi wakaf dari UU No. 41/2004 dan Fatwa DSN No 104/2016. Selain itu, sudah sejak lama para ulama membolehkan wakaf uang yang menjadi pokok dari pasar modal syariah.

“Para ulama membolehkan benda yang tidak bergerak. Karena semakin ke sini ternyata sumber-sumber ekonomi itu semakin banyak manfaatnya, maka para ulama membolehkan di antaranya wakaf uang, wakaf saham, wakaf reksadana, wakaf sukuk, itu semuanya boleh,” kata AH. Azharudin Lathif dari DSN-MUI.

Tita Mustikarini selaku Kepala Unit Pengembangan Wilayah III dari Divisi Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia (BEI) juga berharap demikian. Apalagi potensi pasar modal syariah saat ini menurutnya cukup baik. Sehingga, masyarakat sekarang ini mulai memandang prospek investasi yang ada di pasar modal syariah.


Salah satu perwakilan BEI menjelaskan pasar modal secara umum. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Kebetulan sistem (pasar modal syariah) kami yang ada di BEI sudah mendapatkan izin dari MUI. Dan ini ke depannya akan memudahkan para masyarakat yang ingin melakukan investasi secara syariah,” ujar Tita.

Tita berharap, ke depannya Sekolah Pasar Modal Syariah dari Global Wakaf juga dapat memberikan edukasi secara umum dan lebih jauh. Nantinya dia ingin melalui Sekolah Pasar Modal Syariah, masyarakat juga dapat paham bagaimana caranya bertransaksi sendiri.

“Karena di sekolah pasar modal kita diajarkan bagaimana kita menganalisis secara fundamental maupun teknikal. Ini agar para investor tidak hanya mengetahui teori-teori, atau menitip kepada broker saja, tetapi secara langsung secara online melalui aplikasi yang ada di perusahaan-perusahaan sekuritas,” kata Tita.

Pengetahuan mengenai seluk-beluk pasar modal syariah kali itu disambut oleh antusias oleh peserta yang hadir. Wahyu Widi Astuti misalnya, merasa senang bisa mengikuti kelas hari itu karena menurutnya materi yang diajarkan membuat pemahamannya semakin mantap.

“Bermanfaat sekali terutama untuk edukasi pasar modal syariah dan investasi itu sendiri untuk pemula seperti saya. Kalau Global Wakaf mengadakan sekolah seperti ini ke depannya, tentu saya akan ikut lagi,” ujar Wahyu. []

Bagikan

Terpopuler