Pascabanjir, Wawan Kehilangan Warung dan Tak Bisa Mengajar di Sekolah

Musibah banjir di Kalsel, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyisakan duka bagi Wawan, warga Desa Baru, Kecamatan Batu Benawa.

Wawan, salah satu guru di SDN Desa Baru yang terdampak banjir, menerima manfaat program Sahabat Guru Indonesia. (ACTNews/Riski)

ACTNews, HULU SUNGAI TENGAH – Wawan merupakan guru honorer di SDN Baru, Kecamatan Batu Benawa. Profesi ini telah ia tekuni selama 12 tahun, dengan penghasilan Rp600 ribu per bulannya. Jumlah ini tidak setiap saat mampu menutupi kebutuhan harian Wawan dan keluarganya. Sehingga, untuk menambah pundi-pundi keuangan, Wawan membuka warung di rumahnya.

Musibah banjir beberapa pekan lalu tak hanya mengakibatkan kerusakan di sekolah tempat Wawan mengajar, namun juga menyebabkan kerusakan pada warung kecilnya. Kondisi kerusakan yang cukup parah membuat warung tersebut tak dapat digunakan lagi untuk usaha kelontong yang Wawan kelola. Praktis, kini ia tidak dapat bekerja untuk menafkahi keluarganya.

“Semenjak musibah banjir, saya tidak mempunyai penghasilan dikarenakan sekolah yang tutup dan penghasilan yang menghilang. Serta rumah saya beserta isinya pun hanyut oleh banjir bandang,” kata Wawan saat ditemui di Desa Baru, Rabu (3/2).

Kondisi sekolah tempat Wawan mengajar pun cukup berantakan, pascabencana banjir bandang beberapa waktu lalu. Saat Global Zakat-ACT Kalsel menyambangi sekolah ini, para guru tengah membersihkan ruang guru yang penuh dengan lumpur.

“Di depan sekolah ini, terdapat banyak piala, buku-buku, dan surat-surat yang posisinya berhamburan dan bercampur dengan tanah,” imbuh Wawan.

Wawan menjadi salah satu guru yang mendapatkan bantuan paket pangan dari program Sahabat Guru Indonesia. Total ada empat kepala keluarga, termasuk Wawan, mendapatkan manfaat paket pangan ini.

“Kita tentu prihatin dengan musibah banjir bandang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang berdampak pada guru di SDN Baru tersebut. Terutama para guru honorer yang mengabdi cukup lama,” tutur Kepala Cabang Global Zkat-ACT Kalsel, Zainal Arifin.

Zainal pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengulurkan tangannya dan membantu para penyintas banjir di Kabupaten HST. Khususnya untuk para guru terdampak banjir, agar dapat kembali bangkit dan mengajar di sekolah. []