Pascabencana Banjir Bandang, Aksi Kebersihan Digelar di Solok Selatan

Pascabencana Banjir Bandang, Aksi Kebersihan Digelar di Solok Selatan

ACTNews, SOLOK SELATAN – Hampir sepekan sudah banjir bandang menghantam Kabupaten Solok Selatan. Meski bencana tersebut terjadi pada Kamis pekan lalu (14/9), sisa-sisa lumpur masih terlihat di sejumlah perumahan, fasilitas umum, dan ruas-ruas jalan di Solok Selatan.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Padang lantas menggelar aksi kebersihan di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan. Sejak Sabtu pagi (16/9), mereka bergotong-royong membersihkan sejumlah fasilitas umum seperti musala dan gedung sekolah. Beberapa di antaranya adalah rumah-rumah warga dan gedung TK di Jorong Bancah Anak Lolo, Nagari Pakan Rabaa, yang cukup parah tertimbun lumpur.

Sebanyak 10 orang relawan berpartisipasi dalam aksi kebersihan ini. Tak hanya itu, ACT dan MRI Padang turut mendistribusikan bantuan tanggap darurat berupa paket sembako dan perlengkapan bayi kepada 50 keluarga yang terkena dampak bencana paling parah.

Bagi warga Nagari Pakan Rabaa Tengah, dampak dari banjir bandang ini terasa cukup besar dan berlangsung lama. Lumpur masih menebal di dalam rumah, sawah-sawah terbenam, saluran air tersumbat, dan sumber air bersih hingga sekarang masih minim.

Aliran banjir yang datang tiba-tiba pada Kamis malam (14/9) itu bisa dibilang sangat deras. Sekitar pukul 21.00 WIB, di kala warga baru saja hendak beristirahat, mereka dikagetkan dengan suara serupa ledakan. Ketika diperiksa lebih lanjut, suara tersebut berasal dari kayu-kayu yang hanyut terbawa longsor dan menabrak rumah-rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dikarenakan warga segera bergegas mengevakuasi diri menuju dataran yang lebih tinggi.

BPBD telah menetapkan masa tanggap darurat selama 1 minggu terhitung sejak tanggal 15-22 September 2017. Hingga kini, sejumlah warga masih mengungsi di rumah-rumah tetangga yang berada di dataran tinggi.

Banjir tersebut menerjang empat jorong di wilayah Nagari Pakan Rabaa Tengah. Mereka di antaranya Jorong Batan Lolo Ateh, Jorong Bancah Anak Lolo, Jorong Batu Kulambai, dan Jorong Batang Lolo. Walau hanya berdurasi 1 jam, bencana ini membuat sedikitnya 138 rumah dan sejumlah lahan pertanian terbenam lumpur.

“Ada 101 KK terdampak akibat banjir bandang ini, paling banyak di Batang Lolo Ateh 37 KK, kemudian Batang Kulambai 35 KK, 23 KK di Bancah Anak Lolo, dan 1 KK di Batang Lolo. Sampai saat ini belum ada aktifitas di dapur para korban banjir karena dapur mereka masih tertimbun lumpur. Padahal, dalam kondisi seperti ini warga sangat membutuhkan makanan siap santap dan air untuk minum,” ujar Aan, salah seorang personil Tim ACT Padang.

Selain itu, kebutuhan utama yang dibutuhkan ialah kasur, selimut, dan peralatan sekolah baru karena telah rusak tertimbun lumpur, serta pompa air, dan alat untuk membersihkan lumpur di dalam rumah mereka. Mari bantu saudara se-tanah air kita. Bila jauh saja dibantu, apalagi yang dekat? []

Tag

Belum ada tag sama sekali