Pascaerupsi Kerinci, Aktivitas Warga Mulai Kondusif

Warga dilaporkan sempat panik akibat adanya erupsi Gunung Kerinci, namun aktivitas kembali kondusif beberapa jam pascaerupsi.

Pascaerupsi Kerinci, Aktivitas Warga Mulai Kondusif' photo
Gunung Kerinci mengeluarkan abu vulkanik setinggi sekitar 200 m pada Sabtu (17/10) pukul 06.30 WIB. (ACTNews)

ACTNews, KERINCI - Warga Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci sempat dikejutkan dengan erupsi Gunung Kerinci, Sabtu (17/10) pukul 06.30 WIB. Ketinggian kolom abu erupsi sekitar 200 meter. Warga dilaporkan sempat panik akibat adanya erupsi, namun aktivitas kembali kondusif beberapa jam pascaerupsi.

“Kondisi warga yang tinggal di kaki Gunung Kerinci dan sekitarnya saat ini sudah kondusif kembali. Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasanya. Memang sempat ada kepanikan masyarakat saat erupsi terjadi, selang beberapa jam kemudian kondisi masyarakat kembali normal,” terang Ory Sefta Putra selaku Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - ACT Wilayah Kabupaten Kerinci, Sabtu (17/10).

Sebelumnya, Gunung Kerinci mengeluarkan asap hitam pekat setinggi 100-200 meter ke arah timur laut. Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gunung Api (MGA) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengatakan, hembusan asap di Gunung Kerinci hampir setiap hari terjadi dengan ketinggian mencapai 200 m. "Kadang-kadang hembusan asap tersebut, mengandung abu tipis seperti kejadian pagi tadi. Meskipun demikian, saat ini Gunung Kerinci berada pada status Level II Waspada," tegasnya.


Badan Geologi mengimbau masyarakat sekitar Gunung Kerinci dan wisatawan tidak mendaki dan beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif yang berada di puncak gunung untuk menghindari adanya erupsi susulan.

Tim MRI Kabupaten Kerinci pun terus memantau perkembangan terkini di lokasi sekitar kaki gunung. “Insyaallah, kami terus memantau kondisi dan akan bergerak jika sewaktu-waktu warga membutuhkan pertolongan darurat,” pungkas Ory. []


Bagikan

Terpopuler