Pascagempa, Masjid di Mamuju Masih Ada yang Belum Terenovasi

Gempa magnitudo 6,2 awal tahun 2021 menghancurkan Masjid Abdir Ridha di Mamuju. Hingga saat ini, masjid belum dibangun kembali sehingga jemaah salat di bangunan semi permanen.

gempa mamuju
Jemaah saat sedang beribadah di Masjid Abdir Ridha, Sabtu (28/4/2022). (ACTNews)

ACTNews, MAMUJU — Gempa bermagnitudo 6,2 pada 15 Januari 2021 runtuhkan Masjid Abdir Ridha Karatuan, Dusun Tamao, Desa Tampalang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Hingga kini, masjid tersebut belum dibangun kembali. Warga pun salat di bangunan masjid sementara yang masih semi permanen.

Diah Khalifa dari tim Aksi Cepat Tanggap Mamuju, mengatakan, bangunan Masjid Abdir Ridha saat ini hanya menggunakan terpal sebagai dinding. Sementara lantainya masih tanah yang dilapisi karpet tipis yang biasa digunakan untuk menutup meja. 

"Atapnya menggunakan terpal lalu dilapisi seng yang sudah berkarat. Seng-seng ini merupakan sisa puing bangunan dari rumah-rumah warga yang juga hancur karena gempa. Tiang-tiang penyangga menggunakan kayu berdiameter 8 sampai 10 cm," jelas Diah, Selasa (24/5/2022).

Jika hujan disertai angin, air akan masuk ke dalam masjid. Terpal yang terkena angin juga mengganggu jemaah jika sedang beribadah. 

Bangunan sementara Masjid Abdir Ridha ini pun merupakan hasil swadaya warga. Menggunakan bahan-bahan bangunan dan biaya seadanya. Kondisi ekonomi warga yang pas-pasan membuat biaya untuk membangun masjid tak kunjung terkumpul. 

"Mayoritas warga bekerja sebagai petani dan buruh tani. Penghasilan mereka tak menentu, bergantung pada hasil panen dan orang yang mempekerjakan. Penghasilan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga," jelasnya. 

Melihat kondisi Masjid Abdir Ridha, ACT Mamuju tengah berikhtiar untuk membantu pembiayaan pembangunan ulang masjid. Tujuannya agar warga kembali memiliki masjid yang lebih layak agar ibadah jauh lebih tenang.[]