Pascakonflik, Idlib Makin Bergantung pada Bantuan Kemanusiaan

Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengerahkan ribuan paket pangan dari Indonesia Humanitarian Center untuk warga Suriah.

Pascakonflik, Idlib Makin Bergantung pada Bantuan Kemanusiaan' photo

ACTNews, IDLIB - Sebuah kota bernama Idlib yang terletak di barat laut Suriah telah lama menjadi perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Pasalnya, perang yang sudah berlangsung selama lebih kurang 8 tahun, seringkali berpusat di Idlib. Belum lagi konflik belakangan mengalami peningkatan pada Februari 2019.


Dalam rapat Dewan Keamanan PBB tentang situasi di wilayah Timur Tengah, Ursula Mueller selaku Asisten Sekretaris Jenderal PBB mengatakan, sesungguhnya ada tiga wilayah yang sering menjadi pusat pertempuran yakni Idlib, Hasaka, dan Rukban. Tak jarang, warga sipil yang menjadi korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka.


“Konflik yang terjadi di wilayah Idlib sendiri telah membuat lebih dari 120.000 orang melarikan diri ke daerah-daerah yang lebih dekat dengan perbatasan,” terang Mueller, Jumat (5/4).


Mueller juga memperkirakan, ada sebanyak 2,7 juta penduduk Suriah di seantero Barat Laut Suriah, termasuk Idlib, yang bertahan hidup di bawah garis kemiskinan dan semakin bergantung pada bantuan kemanusiaan. Dari angka tersebut, sekitar satu juta jiwanya adalah anak-anak yang hidup di ambang kelaparan.


“Menindaklanjuti tentang akses kemanusiaan berkelanjutan masih sangat penting hingga sekarang,” tambah Mueller.




Merespons konflik dan pertempuran yang belum juga usai, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengerahkan ribuan paket pangan dari Indonesia Humanitarian Center  untuk warga Suriah yang terkena dampak konflik di Kamp Jisr Ash Shugur, Idlib, Suriah.


Firdaus Guritno dari Global Humanity Response ACT menjelaskan, pendistribusian dilakukan selama empat hari berturut-turut, mulai dari Senin (22/4) hingga Kamis (25/4). “Alhamdulillah, ACT telah merampungkan distribusi paket pangan untuk warga Suriah yang terkena dampak konflik Idlib,” kata Firdaus.


Dimulai sejak pagi, ACT bersama relawan lokal, telah melakukan penyediaan sekaligus pengemasan paket pangan langsung di gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) yang berada di dalam Suriah. Kata Firdaus, paket pangan itu berisi kebutuhan sembako.






“Gula, makaroni, tepung, minyak, daging kaleng, kacang kaleng, tomat kaleng, hingga kacang-kacangan dan bumbu dapur, kami berikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Kami sadar, kehidupan mereka masih serba terbatas, apalagi pascakonflik,” papar Firdaus.

Sejak konflik menerpa Suriah, Idlib sendiri sudah menjadi rumah bagi jutaan warga sipil sekaligus pengungsi internal yang datang dari daerah lain di Suriah. Maka, setiap kali perang dan pertempuran terjadi di Idlib, dampak akan semakin meluas, menjadi ancaman bagi siapa saja yang ada di sekitarnya. []

Bagikan