Pascaoperasi, Keceriaan Hamida Perlahan Kembali

Pascaoperasi, Keceriaan Hamida Perlahan Kembali

ACTNews, REYHANLI - Mengikuti perkembangan kondisi Hamida, keceriaan makin menghiasi hari-hari gadis cilik Suriah ini. Seperti akhir pekan kemarin, ketika tim Aksi Cepat Tanggap mengajak Hamida pergi ke sebuah taman bermain di salah satu sudut Kota Reyhanli, Hatay, Turki. Senyum lebar tampak tiada lepas dari paras cantik Hamida. 

Jika dahulu Hamida lebih suka duduk di halaman rumah, hanya memandangi kawan-kawannya bermain, sekarang berbeda. Gadis berusia 5 tahun ini terlihat lebih leluasa menikmati setiap wahana permainan yang tersedia di taman itu. Bersama Sema, adiknya, Hamida bermain sepuasnya. 

Namun, masih ingatkah kalian bagaimana Hamida dan keluarga coba melewati masa pilu?

Tim ACT pertama kali bertemu Hamida pada pertengahan Juni lalu ketika luka bakar Hamida masih begitu jelas terlihat. Luka bakar itu ia dapati akibat tersiram minyak panas pada hampir separuh tubuhnya. 

Sejak saat itu, Hamida yang ceria berubah menjadi pendiam. Bahkan Sang Ibu, Ele, sempat merasakan sedih yang berkepanjangan. Ele tidak mampu berbuat banyak, hanya menatap nanar Hamida. Ele seolah menaruh harapan bahwa anak mungilnya bisa pulih dari lukanya. Harapan Ele membuat tim ACT di Reyhanli tergerak untuk membantunya. 

Didukung masyarakat Indonesia melalui crowdfunding Kitabisa.com, tim ACT mendampingi Hamida pergi ke rumah sakit pada pertemuan kedua kalinya. Hamida menjalani perawatan medis Rumah Sakit Pemerintah Reyhanli, Rumah Sakit Antakya, sampai pada akhirnya ia dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Ataturk Antakya. Di rumah sakit terakhir ini lah, Hamida bisa menjalani operasi pada akhir Oktober.

Tak berhenti sampai operasi, Said Mukaffiy dari Global Humanity Response (GHR) - ACT mengatakan tim secara berkala terus menyambangi kediaman Hamida untuk memberikannya pendampingan psikososial. Sehingga bukan hanya sembuh dari luka, Hamida juga pulih dari rasa sedihnya. 

Semua upaya itu tentu berkat bantuan masyarakat Indonesia, keceriaan Hamida lambat-laun kembali berangsur. “Kini Hamida sudah mulai membaik. Operasi yang berjalan lancar dan konsumsi obat, serta pendampingan psikososial telah mengembalikan keceriaan Hamida,” kata Said. 

Begitulah kisah perjuangan Hamida untuk sembuh dari luka dan rasa sedihnya. Tak lupa, Ele sebagai ibunda Hamida pun mengucap syukur dan rasa terima kasihnya. Sebab harapannya terhadap Hamida telah terwujud dan berujung bahagia. “Terima kasih ACT, terima kasih Indonesia. Berkat kalian, anak saya bisa kembali ceria,” tutur Ele. []