Pascatsunami Selat Sunda, Warga Sumbar Kirimkan Logistik

Pascatsunami Selat Sunda, Warga Sumbar Kirimkan Logistik

Pascatsunami Selat Sunda, Warga Sumbar Kirimkan Logistik' photo

ACTNews, PADANG – Dua bulan berlalu usai tsunami menghantam Selat Sunda. Kejadian yang menimpa di penghujung 2018 itu memakan ratusan koban meninggal dan beberapa di antaranya masih dinyatakan hilang. Korban yang selamat kini kehilangan tempat tinggal. Rumah mereka hancur akibat ombak besar itu.

Merespons kebutuhan korban tsunami Selat Sunda, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Barat pada Sabtu (23/2) mengirimkan truk kemanusiaan. Kendaraan itu membawa bantuan logistik untuk kebutuhan warga terdampak. “Bantuan yang diberangkatkan seberat 5 ton, berupa beras, minyak goreng, makanan siap saji, rendang, air mineral hingga perlengkapan bayi dan wanita,” ungkap Kepala Cabang ACT Sumbar Zeng Wellf.

Zeng menambahkan, bantuan yang dikirimkan ke wilayah terdampak tsunami Selat Sunda ini merupakan hasil kerja sama ACT dengan berbagai pihak, antara lain Zataka serta Pemerintah Kota Sawahlunto. Sinergi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.

Bantuan tersebut nantinya akan disimpan di Posko Induk Bencana Selat Sunda ACT yang ada di Padeglang, Banten. Pendistribusian bantuan akan dilakukan melalui Posko Wilayah ACT yang tersebar di beberapa titik di Padeglang, Kabupaten Serang, serta Lampung.

“Kami bersyukur sekali atas tingginya kepedulian masyarakat Sumbar yang telah memberikan bantuan untuk para korban Tsunami Selat Sunda. Semoga ini menjadi ladang amal dan pahala bagi para donatur,” tutur Zeng.

Ia juga berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban tsunami Selat Sunda. Hal ini mengingat perekonomian masyarakat yang sebagian berprofesi sebagai nelayan masih lumpuh. Mereka masih takut melaut. Kerusakan perahu nelayan akibat diterjang ombak juga menjadi penyebab utama tersendatnya perekonomian.

Selain bantuan logistik, ACTmelalui Global Wakaf juga senantiasa menggulirkan program pemulihan bencana untuk warga terdampak tsunami Selat Sunda. Salah satunya Wakaf Perahu. Sebanyak 6 perahu fiber masih dalam proses pembuatan. Nantinya perahu ini akan diberikan kepada nelayan yang perahunya hancur. Di samping pemberian perahu wakaf perbaikan kapal kayu yang dilakukan di Desa Teluk, Kecamatan Labuan sebagai salah satu tempat terparah terdampak tsunami. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan