Pasokan Pangan Pulihkan Warga Terdampak Gempa Halmahera

ACT terus mendampingi masyarakat terdampak gempa di Halmahera Selatan. Salah satunya dengan pendistribusiaan pangan untuk mempercepat pemulihan masyarakat setempat.

Pasokan Pangan Pulihkan Warga Terdampak Gempa Halmahera' photo

ACTNews, HALMAHERA SELATAN Dampak gempa masih dirasakan masyarakat Halmahera Selatan, Maluku Utara. Rumah warga masih ada yang dibiarkan belum terenovasi. Sementara itu, trauma masih menghantui warga pascagempa bermagnitudo 7,2 mengguncang Halmahera Selatan pada Ahad (14/7).

Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang sejak hari pertama gempa sudah berada di Halmahera Selatan, hingga kini pun masih melakukan pendampingan bagi warga terdampak gempa. Sabtu (3/8) lalu, ACT mendistribusikan paket pangan ke warga di Desa Wayatim, Kecamatan Bacan Timur Tengah. Sebanyak 62 kepala keluarga atau 311 jiwa mendapatkan paket pangan ini.

Juldi Mustafa dari Tim Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengatakan, masih banyak warga yang hingga kini mengalami trauma pascagempa. Ketersediaan makanan pun belum sepenuhnya pulih. “Untuk itu kami mendistribusikan paket pangan ini ke Wayatim. Desa ini jadi salah satu lokasi terdampak gempa cukup parah pada pertengahan Juli lalu,” ungkapnya.


Untuk tiba di Desa Wayatim, ACT harus menumpang perahu nelayan tradisional. Perahu ini membawa tim relawan serta ratusan paket pangan, laut menjadi jalur utama untuk mencapai Desa Wayatim. Perjalanan ditempuh dalam waktu 7 hingga 8 jam.

Sebelumnya, tepatnya ketika masa tanggap darurat, ACT mengirimkan regu evakuasi. Tim ini melakukan evakuasi terhadap warga terdampak gempa. ACT juga mendirikan posko bencana di Pulau Bacan untuk memudahkan pendistribusian serta asesmen lanjutan untuk program pascabencana.

Dilaporkan selain merusak bangunan serta membuat trauma ke masyarakat, gempa Halmahera Selatan itu memakan 13 korban jiwa. Ribuan jiwa juga terpaksa mengungsi ke tempat tinggi karena takut ancaman tsunami. []

Bagikan