Pasukan Israel Serang Warga Palestina di Jumat Terakhir Ramadan

Rentetan kejadian berawal sejak Kamis (6/5/2021) pukul 03.00 waktu setempat di perumahan Sheikh Jarrah Yerusalem Timur. Pasukan Israel mengusir warga Palestina dari rumah mereka untuk ditempati oleh warga Israel. Esok harinya pada Jumat (7/5/2021) siang, penyerangan kembali terjadi saat ribuan warga Palestina menyampaikan orasi di depan Masjid Al-Aqsa. Kejadian ini berlanjut hingga Jumat malam.

Sekitar 70.000 warga Palestina berkumpul di Masjid Al-Aqsa di Jumat (7/5/2021) terakhir di bulan Ramadan. Usai salat Jumat, mereka menyampaikan orasi menentang kesewenang-wenangan polisi Israel. (Dokumen Istimewa)
Sekitar 70.000 warga Palestina berkumpul di Masjid Al-Aqsa di Jumat (7/5/2021) terakhir di bulan Ramadan. Usai salat Jumat, mereka menyampaikan orasi menentang kesewenang-wenangan polisi Israel. (Dokumen Istimewa)

ACTNews, YERUSALEM Tindakan represif kembali dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina di Yerusalem. Berdasarkan data yang dilaporkan TIm Aksi Cepat Tanggap Palestina, rentetan kejadian berawal sejak Kamis (6/5/2021) pukul 03.00 waktu setempat di perumahan Sheikh Jarrah Yerusalem Timur. Pasukan Israel mengusir warga Palestina dari rumah mereka untuk ditempati oleh warga Israel. Akibat dari kejadian ini, kurang lebih 500 warga Palestina di Yerusalem Timur terancam tidak memiliki tempat tinggal. Dalam insiden ini juga, pasukan Israel menangkap 15 warga.

Keesokan hari, pada Jumat (7/5/2021) warga Palestina berkumpul untuk memperingati ‘Jumat Terakhir’ di bulan Ramadan. Mereka melakukan salat jumat berjamaah dan aksi protes terhadap tindakan semena-mena Israel. Kurang lebih 70.000 orang berkumpul di Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan salat Jumat dan melakukan orasi dengan  menggaungkan kembali hak-hak warga Palestina di Yerusalem yang kerap dirampas oleh Israel.

Namun, usai salat magrib, suasana menjadi ricuh karena tentara Israel melancarkan tembakan dan granat gas serta menangkap puluhan warga. Suasana masjid Al-Aqsa penuh dengan suara tembakan dan orang-orang berlarian untuk menghindari agar tidak terkena tembakan. Klinik Masjid Al-Aqsa pun tidak terlepas dari serangan dan mengalami kerusakan.

Akibat serangan tersebut, 53 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Ambulans nampak berada di sekitar lingkungan masjid Al-Aqsa untuk melakukan pertolongan pertama dan membawa korban luka ke fasilitas kesehatan terdekat.


Tentara Israel menghalangi akses masuk ke Masjid Al-Aqsa. (ACTNews)

“Kejadian Al-Aqsha ini menjadi bukti bahwa zionis Israel masih melakukan kekejaman walaupun di bulan suci Ramadan. Ini menjadi bukti bahwa mereka menginginkan kematian di setiap nyawa warga Palestina,” ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap, Sabtu (8/5/2021).

Menanggapi hal ini, ACT akan berikhtiar memberikan bantuan untuk warga Palestina yang mengalami tindakan represif dari tentara Israel. Bantuan ini menjadi wujud dukungan warga Indonesia kepada warga Palestina untuk terus memperjuangkan haknya dan melawan penindasan.[]