PBB: Dua Pekan Terakhir, Puluhan Anak Palestina Terluka Diserang Israel

PBB menyatakan dalam periode 7 hingga 20 September 2021, ratusan warga Palestina terluka akibat serangan pasukan Israel di Tepi Barat. Dari keseluruhan yang terluka diantaranya adalah anak-anak.

palestina diserang israel
Anak-anak Palestina di Tepi Barat. (Reuters/Ammar Award)

ACTNews, TEPI BARAT – Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa dua pekan terakhir, tepatnya antara 7 dan 20 September, angkatan bersenjata Israel terus melakukan serangan ke warga sipil Palestina di Tepi Barat. OCHA mencatat, setidaknya 568 warga Palestina terluka. Di mana 73 di antaranya merupakan seorang anak.

Dari keseluruhan kasus, 320 orang terluka selama warga Palestina tengah melakukan demonstrasi untuk  memprotes pencaplokan lahan secara sepihak oleh Israel. Angkatan bersenjata Israel bukan hanya menggunakan peluru karet, OCHA menyebut Israel juga tidak ragu menembakan peluru tajam untuk membubarkan para demonstran.

Tidak hanya terluka, dalam protes tersebut juga tercatat tewasnya seorang pria Palestina berusia 28 tahun dan ayah dari bayi berusia delapan bulan. Mereka ditembak di kepala dan dibunuh oleh penembak pasukan Israel.

Dalam laporan OCHA, juga disebutkan bahwa Israel kerap melakukan serangannya ke sekolah-sekolah Palestina di Tepi Barat. Dilaporkan ada lebih dari 55 murid dan guru terkena gas air mata oleh pasukan Israel di enam sekolah.

Di daerah yang dikuasai Israel di kota Hebron, pasukan Israel menembakkan tabung gas air mata ke kompleks sekolah terdekat. Menyebabkan enam siswa dan 46 guru dirawat karena menghirup gas air mata dan tiga sekolah dievakuasi karena intensitas gas.

Dalam insiden lain di kota Anata, timur laut Yerusalem, pasukan Israel juga menembakkan tabung gas air mata ke halaman satu sekolah. Membuat dua gadis dan satu guru dibawa ke rumah sakit, dan kelas yang diikuti oleh 500 murid dihentikan selama sisa hari itu.

Selama periode dua pekan tersebut, OCHA juga mencatat pasukan Israel telah melakukan puluhan aksi penangkapan dan menahan 99 warga Palestina. Sebagian besar operasi terjadi di kegubernuran Hebron dan Betlehem.[]