PBB Harap Gencatan Senjata Pihak yang Berkonflik di Yaman Selama Ramadan

Hal ini membuat PBB mendesak gencatan senjata dan de-eskalasi agar muslim di Yaman dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang.

konflik yaman ramadan
Ilustrasi. Konflik di Yaman akan membuat warganya sangat menderita saat Ramadan. (Dok. Lynsey Addario)

ACTNews, YAMAN – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa konflik di Yaman berpotensi tetap terjadi selama bulan Ramadan. Hal ini membuat PBB mendesak gencatan senjata dan de-eskalasi agar muslim di Yaman dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang. Bila konflik tidak berhenti, warga Yaman akan sangat menderita selama Ramadan.

"Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg tengah melanjutkan upayanya untuk mewujudkan gencatan senjata di Yaman selama Ramadan," kata PBB dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Anadolu Agency.

Konflik delapan tahun di Yaman telah menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan hampir 80 persen populasi, atau sekitar 30 juta orang, membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan. Sementara lebih dari 13 juta di antaranya berada dalam bahaya kelaparan.

PBB mengatakan, konflik di Yaman tidak hanya mempengaruhi penduduk lokal, tetapi juga para migran di sana. Ada sekitar 4 juta migran dari berbagai negara yang bernaung di Yaman. Mayoritas dari mereka berasal dari negara-negara di Afrika.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan, 190 ribu migran, yang mayoritas berasal dari Tanduk Afrika, seperti Somalia dan Ethiopia, bernasib sama seperti warga Yaman yang menghadapi kerawanan pangan.

Terlepas dari permasalahan kemanusiaan yang semakin parah, IOM menyayangkan bantuan kemanusiaan justru mengalami penurunan selama beberapa bulan terakhir. Padahal, Yaman tengah menghadapi salah satu krisis pangan terparah imbas konflik Rusia-Ukraina.

Yaman yang mengimpor mayoritas gandumnya dari Rusia dan Ukraina mengalami penurunan stok gandum yang signifikan. Harga roti naik terlalu tinggi dan sulit dibeli masyarakat miskin di Yaman.[]