Peduli Bencana Nasional, PPI Madiun Salurkan Bantuan

Bantuan yang disalurkan merupakan wujud kepedulian civitas akademi Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun terhadap korban bencana di tanah air.

Perwakilan Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun menyerahkan bantuan tunai ke ACT Madiun untuk disalurkan bagi korban bencana di tanah air. (ACTNews)

ACTNews, MADIUN – Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun merespons cepat bencana yang terjadi di tanah air dengan mengirimkan bantuan tunai melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Madiun, Selasa (21/1/2021).

Sejak awal tahun 2021, Indonesia sudah dimulai dengan cobaan yang bertubi-tubi. Bencana seperti hilangnya pesawat, gunung meletus, banjir, longsor, hingga puting beliung tak henti silih berganti. Kedermawanan masyarakat Indonesia mulai diuji untuk saling peduli kepada mereka yang membutuhkan.

“Bantuan tunai berasal dari civitas akademi PPI Madiun yang digalang sejak Senin (18/1/2021). PPI Peduli turut prihatin atas bencana yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Melalui ACT Madiun kami berharap bantuan ini tersampaikan guna meringankan beban saudara kita,” ungkap Handoko selaku Ketua Program Studi Manajemen Transportasi Perkeretaapian dan juga Ketua Takmir Masjid PPI Madiun. 

ACT sebagai lembaga yang tanggap untuk masalah kebencanaan menyambut baik kepercayaan dari PPI Madiun. “Sejak hari pertama bencana terjadi, kami sudah turun langsung di lapangan. Selain itu kami menginisiasi gerakan ‘Bergerak Bersama Selamatkan Bangsa’ ikut memberikan bantuan melalui program Kapal Kemanusiaan,” jelas Wahyu Sulistianto Putro selaku Kepala Cabang ACT Madiun.

ACT Madiun juga membuka Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan untuk menampung bantuan pangan dan logistik. Bantuan ini akan dilayarkan Kapal Kemanusiaan Kalimantan Selatan pada Sabtu (31/1/2021) dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Bagi warga Madiun yang ingin mengirim bantuan untuk saudara-saudara kita di Kalsel, bisa ditaruh di Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan di kantor cabang ACT Madiun di Jalan Thamrin. Kami menargetkan 1.000 ton bantuan pangan, logistik, dan obat-obatan yang dihimpun dari berbagai wilayah di DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” pungkas Wahyu.[]