Peduli Dampak Covid-19, AFPI Donasikan APD Melalui ACT

Untuk tahap pertama, AFPI menyalurkan bantuan 185 paket APD atau senilai lebih dari Rp300 juta. Bantuan didistribusikan ke RS Husada Jakarta dan RS Patria IKKT Jakarta.

Bantuan APD dari AFPI didistribusikan ke RS Patria IKKT Jakarta. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama sejumlah anggotanya menggalang kepedulian dalam menghadapi pandemi Covid-19  di Indonesia yang telah berdampak di berbagai sektor. AFPI menitipkan amanah kepeduliannya berupa ratusan paket Alat Pelindung Diri (APD) kepada sejumlah lembaga kemanusiaan, salah satunya adalah Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Kepala Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI Tumbur Pardede mengatakan, inisatif yang dilakukan AFPI dan anggotanya merupakan wujud dukungan industri kepada para tim medis sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi corona di Indonesia. Untuk tahap pertama, AFPI menyalurkan bantuan 185 paket APD atau senilai lebih dari Rp300 juta. Bantuan selanjutnya akan disalurkan pada tahap kedua dan ketiga. 

“Pandemi corona ini perlu kita perangi secara bersama, AFPI dan para anggota penyelenggara Fintech P2P Lending di Indonesia terdorong untuk menyerahkan donasi dan diharapkan bermanfaat bagi para tenaga medis untuk pemulihan kesehatan para pasien Covid-19,” ujar Tumbur, Selasa (31/3).

Tumbur melanjutkan, dalam pelaksanaannya, donasi APD dari AFPI untuk tahap pertama akan disumbangkan melalui lembaga kemanusiaan. Amanah kepedulian dari AFPI melalui ACT didistribusikan ke RS Husada Jakarta dan RS Patria IKKT Jakarta. Bantuan berupa 30 paket APD, terdiri dari pelindung wajah, pakaian hazmat, masker N95, masker bedah, dan topi bedah.

Dari 161 anggota AFPI, hingga kini ada 50 perusahaan yang sudah memberikan donasinya. Mereka antara lain RupiahCepat, DanaRupiah, Monas, Amartha, Asakita, KTA Kilat, Optima, Tunaikita, Danafix, Adakami, Cairin, Pinjamduit, iGrow, Indodana, Modalrakyat, Pinjamgampang, Ikimodal, Aktivaku, Vestia, Komunal, Pintek, KlikACC, Alami, Danakini, PinjamGo, Finplus, Kredivo, Maucash, Saya Modalin, UATAS, Goena, Investree, PinjamYuk, Cicil, Lahansikam, Kotak Koin, Akseleran, Pinjam Modal, Invoila, Kreditpro, Cashwagon, Dana Syariah, Adamodal, Doeku, Kapitalboost, Kawancicil, Awan Tunai, Batumbu, Kredito, dan Julo. 

Setiap 5-6 perusahaan Fintech Peer to Peer (P2P) Lending berpartisipasi untuk memberikan bantuan APD ke satu rumah sakit. Dari 50 anggota AFPI yang berpartisipasi, RupiahCepat selalu berkontribusi menyalurkan APD di seluruh rumah sakit.

“AFPI mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam bantuan ini. Sebagai asosiasi dari industri Fintech P2P Lending yang terus menghadirkan solusi bagi kebutuhan finansial masyarakat, AFPI dan para anggota terpanggil untuk mendampingi perjuangan tenaga medis dan pasien Covid-19 dalam melakukan perlawanan wabah corona ini,” ucap Tumbur.

Ketua Harian AFPI Kuseryansyah menyampaikan, bantuan perlengkapan ADP yang diberikan diharapkan dapat mengurangi kesulitan para tenaga medis akan ketersediaan dan pengadaan alat-alat kesehatan yang diperlukan rumah sakit untuk menangani virus corona. Hal ini mengingat tenaga medis lah yang paling rentan terhadap paparan virus Covid-19.

Kuseryansyah menambahkan, saat ini industri Fintech P2P Lending juga tengah menerapkan kebijakan mengurangi interaksi sosial (social distancing) kepada para penyelenggara sesuai anjuran pemerintah sebagai langkah preventif terhadap penyebaran virus Covid-19. Namun, kebijakan ini tentunya dilaksanakan dengan tetap fokus memberikan layanan yang terbaik bagi para nasabah dan masyarakat.

“AFPI mendukung kebijakan pemerintah dalam menanggulangi dampak virus Covid-19 dengan melakukan social distancing. Fintech Lending dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin mendapatkan akses pendanaan tanpa perlu bertatap muka karena kami berbasis teknologi, sehingga diharapkan fintech lending terus membantu perputaran roda perekonomian di tengah krisis,” jelas Kuseryansyah.

Direktur Kemitraan Strategis ACT Mukti menyambut baik sinergi yang dilakukan. Hal ini sebagai bentuk kerjasama nasional dalam menemukan solusi terbaik dalam penanggulangan virus Corona. "AFPI adalah salah asosiasi yang peduli terhadap isu dan permasalahan kemanusiaan, kerjasama dengan ACT ini memiliki tujuan untuk dapat membantu garda depan maupun para pasien sampai saat ini masih membutuhkan kita semua, semoga hal ini menjadi kebaikan positif yang bisa diikuti oleh kawan-kawan di berbagai private sector lainnya. Kolaborasi ini merupakan rasa kepedulian yang kita wujudkan dalam aksi nyata dalam menciptakan impact yang lebih besar lagi,” ungkap Mukti.

AFPI tidak hanya berperan sebagai sarana untuk memperdalam pasar keuangan di Indonesia, keberadaan Fintech P2P Lending juga memberikan manfaat sosial yang lebih luas kepada masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per Januari 2020, nilai akumulasi penyaluran pinjaman dari Fintech Lending di Indonesia mencapai Rp 88,4 triliun atau meningkat hampir 240% secara tahunan.

“Dalam jangka panjang AFPI juga berkomitmen untuk turut berperan dan menjadi bagian penting dari kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kami berharap dengan komitmen bersama antara asosiasi dan anggota penyelenggara yang solid dapat terus memberikan fasilitas layanan keuangan di setiap lapisan masyarakat, meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkualitas,” tutup Kuseryansyah. []