Peduli Gizi Pengungsi Anak di Idlib Utara

Ratusan paket pangan berupa kebutuhan pokok dan makanan bayi didistribusikan kepada pengungsi internal di Kamp Mavi, Haram, Idlib Utara.

Peduli Gizi Pengungsi Anak di Idlib Utara' photo
Pengungsi anak di Kamp Mavi menerima bantuan pangan dan makanan bayi. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB UTARA – Empat tahun sudah para pengungsi internal di Kamp Mavi, Harem,  Idlib Utara, Suriah, tinggal di tenda pengungsian. Balita-balita yang kini sudah berlari ke sana ke mari, sebagian lahir dari balik tenda-tenda itu. Kamp Mavi adalah salah satu kamp dengan jumlah pengungsi anak cukup banyak. Hal itulah yang ditemui Aksi Cepat Tanggap (ACT) saat berkunjung ke sana, Ahad (10/11).

“Kita berfokus membantu masyarakat sipil Suriah yang menjadi korban konflik tujuh hingga delapan tahun ini. Terkhusus perempuan dan anak-anak,” terang Firdaus Guritno dari tim ACT. Hari itu bertepatan dengan pendistribusian pangan yang diterima 300 kepala keluarga yang memiliki balita.

Firdaus menjelaskan, pengungsi Suriah di Kamp Mavi masih sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan karena kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dan keterbatasan lapangan kerja. Kamp Mavi yang berada di Idlib Utara memang terletak tidak jauh dari perbatasan Suriah dan Turki. “Tinggal di perbatasan inilah yang membuat mereka sulit mendapatkan pekerjaan,” terang Firdaus.

Oleh karena itu, Firdaus menambahkan, bukan hanya paket pangan, tetapi sejumlah bantuan lain juga akan didistribusikan. Misalnya pakaian musim dingin dan roti. “Insyaallah, atas kebaikan dermawan, kami juga akan distribusikan ke daerah-daerah lainnya,” tambahnya.

Pada pendistribusian kali ini, bantuan paket pangan diberikan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama sebulan. Selain itu, tambahan asupan biskuit balita juga diharapkan menambah gizi anak-anak di pengungsian. “Ada minyak, beras, kacang-kacangan, dan bumbu pangan, juga biskuit balita,” kata Firdaus.

Bantuan untuk pengungsi internal Idlib akan terus dilakukan seiring bertambahnya jumlah pengungsi. Eskalasi pengungsi ke wilayah utara belakangan terjadi seiring terjadinya serangan di Idlib Selatan. Tenda-tenda baru telah berdiri dan tidak ada ada satu orang pun yang tahu sampai kapan mereka akan terus mengungsi. []

Bagikan

Terpopuler