Peduli Lombok, ACT Jabar Berangkatkan Truk Bantuan Kemanusiaan

Peduli Lombok, ACT Jabar Berangkatkan Truk Bantuan Kemanusiaan

ACTNews, BANDUNG - Sejak gempa pertama mengguncang Lombok pada akhir Juli lalu, tercatat sudah 652 kali gempa susulan menghantam Pulau Seribu Masjid ini. Sebanyak 24 kali di antaranya memiliki kekuatan yang cukup besar. Akibatnya, sebagian besar wilayah Lombok porak-poranda, terutama Kabupaten Lombok Utara yang menjadi wilayah paling terdampak. Kondisi tersebut juga melumpuhkan ekonomi dan kehidupan masyarakat Lombok.

Koordinator Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap yang telah berada di Lombok sejak peristiwa gempa pertama, Kusmayadi melaporkan bahwa jumlah sementara korban meninggal dunia akibat gempa 7,0 SR bertambah menjadi 381 jiwa, Rabu (8/8).

“Jumlah korban meninggal terbanyak berasal dari wilayah Lombok Utara. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah, mengingat masih banyak daerah terisolasi akibat rusaknya akses jalan dan jembatan,” kata Kusmayadi.

Aksi Cepat Tanggap telah melakukan penanganan tanggap darurat untuk korban gempa Lombok sejak akhir Juli lalu. Rangkaian kepedulian untuk masyarakat Lombok pun terus mengalir. Salah satunya adalah bantuan pangan dari ACT Jawa Barat (Jabar).

Jumat (10/8), 6.000 paket pangan dikirim menggunakan 7 unit truk, yang masing-masing berkapasitas 7.5 ton. Selepas dibawa melalui perjalanan darat, bantuan selanjutnya dilayarkan menuju Lombok.

Kepala Cabang ACT Jabar Adi Nurdiansyah menjelaskan, bantuan natura ini berasal dari kepedulian seluruh masyarakat Jawa Barat. “Bantuan dari warga Jawa Barat ini berupa paket pangan yang berisi beras, minyak sayur, dan gula kemasan, yang dikemas dalam 6.000 paket pangan,” terang Adi.

Pelepasan keberangkatan 7 truk bantuan kemanusiaan dari Bandung ini dilakukan di halaman gedung DPRD Provinsi Jawa Barat dengan dihadiri dan disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Haris Yuliana.

Haris Yuliana menjelaskan, musibah tidak semata-mata karena alam. Kepekaan keimanan harus menangkap hikmah lain. Momentum pemberangkatan ini sebagai bentuk muhasabah kita terhadap ruang kehidupan kita, dan pemberangkatan ini mewakili masyarakat Jabar, jangan sampai musibah itu sampai datang kepada masyarakat Jabar,” ungkap Haris.

Dengan diberangkatkannya 7 truk bantuan kemanusiaan dari Bandung, tidak berarti bantuan yang akan dikirimkan oleh ACT Jabar berhenti. Ikhtiar ini merupakan tahap awal pengiriman bantuan selama fase tanggap darurat. Adi menambahkan, di fase pemulihan pascabencana nanti, ACT juga akan menggulirkan sejumlah program pemberdayaan untuk membangun Lombok kembali.

“Kami berharap masyarakat Jawa Barat dapat terus ikut andil dalam pemenuhan kebutuhan bagi warga Lombok melalui ACT, baik itu dengan berdonasi tunai maupun dalam bentuk barang seperti makanan, suplai air bersih, perlengkapan bayi, obat-obatan, tenaga medis, pakaian, dan selimut. Kepedulian kita sangat berarti bagi mereka,” pungkas Adi. []

Tag

Belum ada tag sama sekali