Peduli Pangan Santri Prasejahtera, ACT Sulteng Distribusi 2 Ton Beras

Pendistribusian bantuan beras yang berlangsung pada Sabtu (2/11) dan Ahad (3/11) ini merupakan implementasi program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI).

Santri Pondok Pesantren Raudhatul Mustafa Lil Khairaat menerima bantuan beras dari ACT Sulawesi Tengah, Sabtu (2/11). (ACTNews/Chandra)

ACTNews, DONGGALA - Guna memenuhi kebutuhan pangan santri yang amat membutuhkan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Tengah mendistribusikan dua ton beras di dua pondok pesantren (Ponpes)  yang tersebar di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Dua pondok pesantren tersebut di antaranya Pondok Pesantren Raudhatul Musthafa Lil Khairaat yang terletak di Desa Kanuna, Kabupaten Sigi, dan Nahdlatul Khairaat yang berlokasi di Desa Labuan, Kabupaten Donggala.

Pendistribusian bantuan beras yang berlangsung pada Sabtu (2/11) dan Ahad (3/11) ini merupakan implementasi program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI). Nurmarjani Loulembah selaku Kepala Cabang ACT Sulawesi Tenga mengatakan, program BERISI diluncurkan bertepatan dengan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober lalu. Program ini bertujuan untuk membantu santri prasejahtera dalam pemenuhan kebutuhan pangan mereka.

“Santri merupakan generasi penerus bangsa yang belajar di tempat yang metode pendidikannya khusus membina akhlak, selain ilmu pengetahuan umum. Seperti yang kita ketahui, banyak pejuang bangsa kita yang berasal dari kalangan santri. Oleh karena itu, kami turut membantu perjuangan santri dalam menuntut ilmu, dengan harapan ke depannya mereka dapat berkontribusi baik bagi bangsa ini,” terang Nurmajani yang akrab disapa Nani, Sabtu (2/11). 

Nani mengungkapkan, ACT mendistribusikan 100 ton beras secara bertahap untuk 100 pesantren prasejahtera di Indonesia. Beberapa di antara pesantren tersebut berada di Sulawesi Tengah. Sebelum mendistribusikan beras, tim ACT Sulawesi tengah melakukan asesmen ke sejumlah pesantren yang ada di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala agar bantuan tersebut tepat sasaran.

“Alhamdulillah hari ini kami mendistribusikan beras satu ton. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat para santri untuk menimba ilmu sehingga kedepanya para santri ini dapat menjadi penerus bangsa kedepanya, Katanya di sela-sela penyerahan bantuan beras ke Ponpes Raudhatul Mustafa Lil Khairat” sabtu (2/11).

Ahmad Zaini selaku Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Mustafa Lil Khairaat sangat mendukung program BERISI. Menurutnya, program tersebut merupakan suatu terobosan dan dapat dirasakan langsung oleh santri yang membutuhkan.

“Bantuan sangat berguna bagi kami. Program BERISI ini sangat tepat dan bagus untuk pondok pesantren dan kami sangat mendukung program tersebut,” ungkap Ahmad Zaini ketika menerima bantuan beras dari ACT.

Hal senada juga disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Khairaat, Ustaz Hariyanto. “Alhamdulillah, keluarga besar Nahdlatul Khairaat mengucapkan terima kasih kepada ACT atas bantuan yang telah diberikan melalui Program BERISI,” ujarnya.

Menurut Ustaz Hariyanto, sebagian besar santri yang tinggal di Ponpes Nadhlatul Khairaat  merupakan dari kalangan fakir dan miskin, sehingga bantuan beras tersebut sangat tepat sasaran. []